Usaha rumah tangga kandas ditengah bencana
Banda Aceh (Aentenews) – Para pedagang kue dan nasi di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, mengaku terpaksa menghentikan usahanya karena gas elpiji yang sulit di peroleh di pasar bebas, sebagai dampak dari bencana alam hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Aceh.
Putri, seorang penjual gorengan di salah satu kawasan di Kota Banda Aceh, Rabu, menjelaskan pihaknya terpaksa menghentikan sementara usahanya sejak sulitnya memperoleh gas elpiji dan naiknya harga sejumlah barang.
“Sudah sepekan ini saya tidak berjualan. Gas elpiji masih sulit, jikapun ada harganya mahal. Bagimana kita bisa menjual gorengan dengan harga Rp1.000 per potong, jika bahan bakunya mahal,” kata dia.
Pemerintah memang sudah menjamin pasokan gas elpiji, tapi harus antre panjang dan berjam-jam untuk memperolehnya. Jika ada yang dijual di pedagang, harganya juga mahal dan tidak cocok untuk pedagang kecil.
Cut Bang, pedagang lainnya juga mengaku terpaksa menghentikan usahanya untuk sementara sambil menunggu normalnya pelayanan listrik PLN. “Listrik sering padam, kami tidak punya uang untuk beli genset, ya kami berhenti dulu jualan,” katanya.
Berhentinya berjualan, Cut Bang, mengaku terpaksa membuka tabungan untuk membeli kebutuhan rumah tangga, sekaligus keperluan sekolah anak-anak. “Kami berharap situasi pascabencana ini segera pulih,” katanya menambahkan.//Redaksi.




