Industri tempe terdampak kenaikan harga kedelai impor Amerika Serikat
Banda Aceh (Aentenews) – Sejumlah perajin tempe dan tahu di provinsi Aceh mengeluh sehubungan harga kedelai impor Amerika Serikat mengalami kenaikan dari Rp9.200 per kilogram menjadi Rp10.200 per kilogram.
“Kenaikan harga kedelai impor asal Amerika Serikat itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir dan saat ini sudah berada pada level Rp10.200 per kilogram, “ kata Zikra, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Soy Bean, di kabupaten Aceh Besar, Kamis (5/2/2026).
Ia mengatakan, kenaikan harga kedelai impor itu berdampak terhadap produksi dan harga tempe dan tahu. Namun, kata Zikra, untuk menghindari kerugian yang besar tidak ada pilihan lain mengurangi atau memperkecil ukuran tempe dan tahu.
Para perajin di daerah itu berharap agar harga kedelai impor kembali turun dan normal, karena selama ini masih bergantung pada kedelai impor dalam pemenuhan bahan baku tempe dan tahu.
Terkait stok kacang kedelai impor, Zikra menyatakan saat ini sudah mulai menipis dan kemungkinan dalam satu atau dua hari ke depan akan masuk sebanyak 15 ton kacang kedelai impor.
Selama ini para pelaku usaha industri tempe dan tahu di Aceh mendatangkan kedelai impor asal Amerika Serikat melalui pedagang besar di Medan, Sumatera Utara, sehingga pasokan kedelai sering terkendala akibat jalan darat yang masih ada gangguan pasca bencana alam banjir.
Hambatan tersebut berupa pembatasan tonase angkutan truk barang maksimal 18 ton, sedangkan jumlah pengiriman kacang kedelai impor mencapai 30 ton. “Terpaksa dua kali pengangkutan dan sudah tentu menambah biaya transportasi,” katanya.
Dalam kondisi yang tidak stabil saat ini, perajin tahu dan tempe khawatir dan memprediksi harga kacang kedelai impor akan bergerak naik karena permintaan pasar meningkat menjelang hingga pertengahan Ramadhan.
Sementara, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) Aceh Tansri Jauhari, menyatakan kenaikan harga kedelai impor memberatkan perajin dan berharap pemerintah kembali memberlakukan subsidi harga kedelai untuk keberlangsungan usaha tahu dan tempe di Aceh dan Indonesia pada umumnya.
Terdapat sekitar 250 usaha industri tahu dan tempe di Aceh dan sebagian dari total jumlah perajin tersebut terdampak bencana alam banjir yang saat ini membutuhkan bantuan pemerintah untuk kembali berproduksi.
Aentenews by Ampelsa.




