AcehNasional

Pemerintah Aceh Komitmen Penuh, Tak Ada Kesalahan Hambat Layanan Ibadah Haji

Banda Aceh (Aentenews) – Pemerintah Aceh berkomitmen penuh memberikan pelayanan prima, ikhlas serta profesional kepada calon jemaah haji, khususnya terhadap lanjut usia menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah pada 6 Mei 2026.

“Tidak boleh ada celah kesalahan yang dapat menghambat perjalanan ibadah para jemaah,” kata  Wagub Aceh Fadhlullah saat upacara Kesiapan Panitia Penyelenggara Embarkasi Haji Aceh di Banda Aceh, Senin (4/5//2026).

Wagub Aceh Fadhlullah menegaskan, aspek kesehatan jamaah harus menjadi perhatian utama, karena dari seluruh calon jemaah haji yang diberangkatkan terdapat lansia yang membutuhkan pendampingan.  

Terkait lanjut usia, pemerintah menyebutkan dari total 5.426 calon jemaah haji, sekitar 40 persen di antaranya tergolong jemaah lansia. “Mereka ini butuh perhatian serius dan layanan maksimal dan pendampingan,” kata Wagub Aceh.

Wagub Fadhlullah juga meminta petugas penyelenggaran  ibadah haji melakukan koordinasi antara petugas kesehatan, rumah sakit rujukan, serta tim medis di embarkasi berjalan optimal. “Pastikan setiap jamaah dalam kondisi layak, terbang, serta mendapatkan pendampingan yang membadai, khusus bagi jamaah lanjut usia, pintanya. 

Selain itu, pelayanan harus diberikan dengan pendekatan humanis, karena jemaah berasal latar belakang, dengan kondisi fisik dan pemahaman yang juga berbeda beda.

Oleh karena itu, sikap ramah, sabar, responsif menjadi kunci utama dalam memberikan rasa nyaman dan aman bagi jamaah.

Kita berhadap seluruh proses yang dilalui para jemaah, sejak dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air, dapat berlansung dengan baik.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji mengikuti apel kesiapan menjelang pemberangkatan calon jemaah haji di Embarkasi Haji Banda Aceh, Senin (4/5/2026).

Wagub Aceh juga menyampaikan bawah pada tahun ini pemerintah Aceh mendapatkan kota tambahan haji. Sepuluh kota tambahan khusus diberikan pemeringtah pusat kepada Aceh itu, diperuntukan bag Gubernur Aceh dan juga para ulama serta perwakilan Baitul Asyi.

Kota tambahan yang diberikan oleh Bapak Presiden itu melalui Kementerian Haji yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Untuk kloter pertama yang akan berangkat pada 6 Mei 2026, sebanyak 287 jemaah yang berasal dari Banda Aceh dan 100 jemaah dari Aceh Besar, ditambah enam petugas kloter. Mereka akan masuk asrama pada 5 Mei pukul 07.00 WIB dan diberangkatkan ke Madinah pada 6 Mei pukul 01.05 WIB.

Untuk tahun ini,  terdapat sebanyak 5.426  calon jemaah haji asal Provinsi diberangkatkan itu terdiri dari 14 kelompok terbang (kloter).

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button