AcehNasional

Basarnas evakuasi medis Crew Kapal Pesiar di Selat Benggala

Banda Aceh (Aentenews ) –Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan evakuasi medis terhadap  crew kapal  Pesiar Mein Schiff 6,  Arante Faenielle Emerald (Wanita) warga Philipina karena sakit saat dalam pelayaran  di Selat Benggala, kabupaten Aceh Besar. Aceh.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Minggu (17/5/2026)  mengatakan, crew kapal Arante Faenielle Emerald, berusia 38 tahun langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum di Banda Aceh untuk mendapat perawatan intensif.

Dikakatan, kapal pesiar Mein Schiff 6 tersebut berlayar dari Port Klang-Malaysia menuju Hambantota di Sri Langkan, dalam perjalanan pusat komando meneruskan informasi permintaan evakuasi crew kapal dalam kondisi sakit  ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh.

“Kapten kapal pesiar Mein Schiff 6 menghubungi pusat komando Basarnas meminta bantuan evakuasi ada crew yang sakit,” kata Ibnu Haris. 

 Setelah menerima informasi permintaan operasi medis itu,  pihak Basarnas melakukan koordinasi dengan kapal pesiar untuk menentukan titik koordinat. Tim evakuasi Basarnas bergerak ke lokasi penjemputan yang berjarak sekitar 5,8 nautikal mil dari Pelabuhan Ulee Lheue , Banda Aceh.

Tim SAR mengevakuasi crew kapal Pesiar Mein Schiff 6, Arante Faenielle Emerald (Wanita) warga Philipina karena sakit di perairan Selat Benggala, Aceh, Sabtu (16/5/2026). Foto Hunmas SAR Aceh

Ia menyebutkan operasi medis menggunakan kapal KN Kresna  di perairan Selat Benggala, dekat Pulau Weh, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Setibanya di titik penjemputan, Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban sakit di kapal pesiar itu untuk memastikan tidak adanya  penyakit menular.

Dipastikan tidak membawa penyakit menular, wanita crew kapal pesiar tersebut dipindahkan ke KN Kresna 232  dan selanjutnya di evakuasi ke Pelabuhan Ulee Lheue sebelum di rujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin.

Dalam operasi tersebut, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan juga melibatkan petugas bea cukai, imigrasi, TNI AL, Syahbandar, Satuan Radio Pantai (SROP) Ulee Lheue, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button