Aceh

ABK kapal tanker bendera Gambia dievakusi ke daratan Aceh, ini masalahnya

Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) melaksanakan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK), Kapal tanker MT Unity berbendera Gambia, di periran Samudera Hindia di provinsi Aceh, Rabu (28/1/2026).Foto Ist

Banda Aceh (Aentenews) – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) melaksanakan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK), Kapal tanker MT Unity berbendera Gambia, di perairan Samudera Hindia di Provinsi Aceh.

Anak buah kapal, MT Unity, Siniatkin Viktor, warga negara asal Rusia mengalami kecelakan kerja dan cidera pada tangannya dalam pelayaran dan membutuhkan perawatan lebih lanjut di Banda Aceh.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Kamis (29/1/2026) menyatakan ABK asal Rusia itu mengelami cidera akibat kecelakaan kapal dalam pelayaran dan meminta batuan evakuasi medis.

“Proses evakusi terhadap ABK kapal tanker itu berlangsung malam saat kapal tersebut tiba di perairan Samudera Hindia, provinsi Aceh,” katanya.

Setibanya di titik yang disepakati, KN Kresna merapat ke kapal tanker MT UNITY . Kemudian, tim evakuasi menaiki kapal tanker untuk memeriksa kesehatan dan dokumen keimigrasian korban.

Setelah dipastikan tidak membawa penyakit menular, korban dipindahkan ke KN Kresna.
“Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh, menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Dijelaskannya , korban mengalami amputasi pada jarinya sehingga membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

Permintaan evakuasi medis dari kapal tanker itu diterima melalui agen pelayaran pada Rabu (28/1/2026) pukul 21.10 WIB.25. Atas permintaan itu, Tim SAR menggunakan KN Kresna berangkat dari pelabuhan Ulee Lheue menuju titik penjemputan yang sudah ditentukan koordinatnya.

Diketahui, kata Ibnu Harris Al Hussain, kapal tanker tersebut berlayar dengan rute dari Rusia menuju Singapura.

Ia mengatakan proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI AL, Syahbandar, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.

Sebelumnya, pada 21 Januari 2026 Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) juga mengevakuasi anak buah kapal (ABK) asal Filipina bernama Gaetos Ferdinand Jr Vengazo (32). Korban merupakan ABK MT V Glory, kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall.//Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button