AcehKesehatan

Pemerintah Aceh Targetkan Eliminasi Pasung Tuntas Tahun 2026 

Banda Aceh (Aentenews) – Pemerintah Aceh menargetkan eliminasi pasung akan tuntas pada tahun 2026 sehingga tidak ada lagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diperlakukan dengan cara dipasung dalam kondisi  memprihatinkan. 

“Target eliminasi pasung diharapkan tuntas tahun ini. Pasung itu bukan menyembuhkan melainkan menambah penderitaan ODGJ,  kata  Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, Dr Hanif  di Banda Aceh, Kamis (12/2/2026). 

Target Aceh bebas pasung target tahun 2026 itu disampikan saat jumpa pers dan sekaligus pemutaran film NOEH,yang mengisahkan tentang perlakuan pasung terhadap ODGJ.

Film NOEH merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Jiwa Aceh yang mengangkat kisah nyata tentang ODGJ itu akan diluncurkan pada Jumat (13/2/2026). Film ini mengangkat narasi tentang  ODGJ sebagai sarana media edukasi kesehatan jiwa  dan kampanye kemanusian.

Eliminasi pasung adalah program pemerintah yang sudah dicanangkan pemerintah jauh sebelumnya, namun pencapaian target bebas pasung belum terwujud, karena tertutupnya informasi dari tingkat daerah kepada pemerintah.

Berdasarkan catatan Rumah Sakit Jiwa Aceh, saat ini masih terdapat sebanyak 60 orang dengan gangguan jiwa di beberapa kabupaten/kota di Aceh. Semua ODGJ tersebut akan dijemput dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk penanganan lebih lanjut.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 114 orang diketahui masih dalam kondisi dipasung.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pemulihan ODGJ, termasuk memberikan pelatihan keterampilan agar mereka dapat kembali berbaur di tengah masyarakat.

“Rumah Sakit Jiwa Aceh Aceh memiliki fasilitas rehabilitasi di kawasan Kuta Malaka, Aceh Besar,” katanya.

Pemerintah Aceh mengharapkan kerja sama dan kolaborasi seluruh bupati, wali kota, tokoh masyarakat dan pemuka agama memberikan informasi dan data  terkait adanya  ODGJ yang dipasung di masing masing daerahnya.  

Sementara, Djamal Sarief, yang berperan sebagai ODGJ dan selama empat jam dipasung dalam pembuatan Film NOEH itu menyampaikan pesan, “ Perlakukanlah mereka layaknya seorang manusia. Memanusiakan manusia itu yang sebenarnya,” katanya.  

 Hasil rekapitulasi  Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Aceh,  mencata saat ini terdapat sebanyak 441 pasien ODGJ terdiri laki dan perempuan atau jumlahnya melebih daya tampung rumah sakit dengan kapasitas 330 pasien. 

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button