Abu Sibreh: Presiden setujui Blang Padang dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh (Aentenews) – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk Faisal Ali, sapaan akrab Abu Sibreh, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tanah wakaf Blang Padang dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
“Soal persetujuan Presiden terkait tanah wakaf Blang Padang dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman itu disampaikan oleh Bapak Prof
Sufmi Dasco kepada kami dalam pertemuan dengan sejumlah ulama Aceh di Jakarta, ” ujarnya saat dikonfirmasi Aentenews.com dari Banda Aceh, Jumat.
Kepastian itu, Abu Sibreh menegaskan kembali diperoleh setelah Prof Dasco menelepon langsung Mensesneg, guna menanyakan sejauh mana surat persetujuan presiden terkait Tanah Blang Padang.
Bahkan, jika tidak ada halangan, insyaAllah dalam Minggu depan ini tim dari DPR RI, Kementerian ATR/BPN, dan Mensesneg, dijadwalkan akan turun ke Aceh untuk memastikan batas pasti Tanah Wakaf tersebut.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir juga dalam pertemuan itu Ketua MKD DPR RI, Pak Nazaruddin (Dek Gam), yang juga tokoh politik dari Tanah Rencong. Selain itu juga hadir Ketua dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Rano Alfath, serta Pimpinan BAKN Endipat Wijaya.

Suasana akrab pertemuan ulama Aceh denganProf Sufmi Dasco
Tgk H. Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu juga ikut hadir memenuhi undangan Prof Dasco.
Kemudian, Abu Sibreh menyampaikan dalam pertemuan tadi Prof Dasco juga menyampaikan ihwal pembahasan UUPA dan Perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh sudah disetujui oleh Presiden RI, Pak Prabowo Subianto.
Selanjutnya dalam pertemuan tersebut Prof Dasco juga menyinggung masalah Bendera Aceh. Persoalan itu insyaAllah juga akan diselesaikan segera, namun belum dijelaskan secara detail mengenai pola penyelesaiannya.
Kemudian, Tgk Faisal juga menyampaikan kepada Prof Dasco agar memberi atensi terhadap kelanjutan pembangunan jalan Jantho – Lamno, dengan tujuan untuk kelancaran transportasi darat masyarakat dari pesisir barat dan selatan Aceh.
“Alhamdulillah permintaan itu langsung direspon Prof Dasco dengan menelepon Mentri PU dan memerintahkan agar jalan tersebut dikerjakan langsung tahun ini,” demikian Tgk Faisal Ali. //Redaksi.




