Aktivis lingkungan soroti pemotongan pohon di kawasan “Green Campus” USK
Banda Aceh, (Aentenews) – Aktivis Lingkungan Aceh Dr TM Zulfikar menyoroti pemotongan pohon di kawasan kampus Universitas Syiah Kuala atau USK, dan pelakunya agar bertanggungjawab atas perbuatannya.
“Pemotongan pohon di kawasan itu jelas-jelas bertentangan dengan komitmen USK sebagai Green Campus. Jangan tebang pandai, tapi tanam tidak mau,” katanya kepada aentenews.com di Banda Aceh, Kamis malam.
Bahkan, TM Zulfikar tindakan pemotongan pohon yang selama ini sangat bermanfaat bagi lingkungan kampus itu sesuatu yang kurang terpuji.
Ketika ditanya pihak mana yang melakukan pemotongan pohon di kawasan kampus USK, ia
menduga dari pihak PT PLN, namun pihak perusahaan listrik itu menyatakan dari pihak kampus USK.
“Itu sudah ada klarifikasi dari PLN, katanya USK sendiri yang potong.Tapi saya tanya ke Pemko, PLN yang potong dan tidak koordinasi dengan Pemko,” kata Zulfika menjelaskan.
Namun, ia menekankan semoga jadi pembelajaran semua pihak agar berhati-hati dalam memotong pohon.
Menurut TM Zulfikar, pelaku pemotongan pohon-pohon tersebut perlu segera ditegur oleh pihak kampus maupun Pemerintah Kota Banda Aceh.
Ia menilai, kawasan kampus yang seharusnya teduh dan sejuk namun kini menjadi gersang akibat pemotongan pohon-pohon yang sebelumnya memberi kenyamanan bagi pejalan kaki yang sebagian adalah mahasiswa dan masyarakat setempat.
TM Zulfikar, menyatakan jika pemotongan dilakukan tanpa koordinasi dan izin dari pemko maka pemerintah dapat melayangkan surat teguran keras kepada pihak pelaku, sehingga kedepan menjadi pembelajaran bahwa tidak gampang menebang atau memotong pohon.
Karena dugaan dilakukan PT PLN, ia meminta agar perusahaan “plat merah” itu segera memberikan penjelasan resmi terkait alasan pemotongan pohon tersebut dan bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan, dan penanaman kembali pohon-pohon pengganti secara proporsional.
Redaksi




