Tak Berkategori

Gubernur Aceh: Pasokan semen harus dipulihkan

Banda Aceh (Aentenews) – Pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat, ujar Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Hal tersebut disampaikan Muzakir Manaf atau sapaan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, Selasa (4/8).

Bahkan, Mualem membentuk Tim Pemerintah Aceh mengatasi kelangkaan semen. Tim tersebut telah mendorong PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meningkatkan jumlah pasokan semen ke Aceh.

Nurlis menyampaikan informasi peningkatan pasokan semen ke Aceh berdasarkan laporan Sekda Aceh, M Nasir Syamaun kepada Gubernur Mualem. “Sebagai koordinator tim, Sekda mengarahkan tim agar secepatnya menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat itu,” katanya.

Itulah sebabnya, Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra yang ditunjuk Sekda Nasir sebagai koordinator lapangan bekerja keras untuk itu. Robby mengundang General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, untuk ikut berembuk mengatasi kelangkaan semen di Aceh.

Dalam rapat evaluasi kelangkaan semen tersebut, Adi Santosa menjelaskan bahwa selama ini kapasitas produksi semen curah di Aceh sebanyak 5.400 ton per hari.

Total produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi Semen Andalas 3.700 ton per hari atau 92.500 sak per hari. Sesuai Proyeksi SBA total kebutuhan Semen di Aceh saat ini sebesar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari, maka terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau 12.500 sak per hari.

Dalam rapat itu juga terungkap bahwa peningkatan kebutuhan semen tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta proyek-proyek pembangunan lainnya.

“Kondisi tersebut turut memengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis

Solusinyaebagai jalan keluarnya, SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam per Hari dan menambah jumlah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.

Adi Santosa menjelaskan, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah. Pengiriman pasokan melalui kapal berikutnya akan terus dilakukan secara bertahap selama Agustus 2026 untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.

Pemerintah Aceh, sebagaimana disampaikan Robby, menyiapkan data terkait harga dan kebutuhan semen di Aceh per Kabupaten Kota di Aceh. Pemerintah Aceh mengimbau distributor menjaga ketersedian dan pengendalian harga semen agar tidak terjadi lonjakan ditingkat pengecer.

Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.

“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button