Hujan deras sebabkan badan jalan Meureubo terputus, begini respon bupati
Meulaboh (Aentenews) – Hujan deras mengguyur Kabupaten Aceh Barat yang mengakibatkan badan jalan di Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Meureubo, terputus sehingga menyulitkan akses transportasi masayarakat di kawasan tersebut.
Bupaati Aceh Barat Tarmizi, Sabtu, ke lokasi meninjau langsung ruas jalan yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan tersebut, dan mengatakan akses warga sempat terputus di dua titik penting akibat rusaknya box culvert yang sudah retak sejak dua tahun lalu, ditambah gerusan akibat hujan lebat.
Ia memastikan penanganan darurat dikerjakan secepat mungkin. “Hari ini kita kerjakan secara darurat menggunakan pohon kelapa agar warga bisa melintas. Ada dua titik, dan akan ditangani bersamaan,” ujarnya di lokasi.
Untuk mendukung penanganan langsung di lapangan, Pemkab juga mengerahkan alat berat. Menurut Bupati, penanganan permanen akan dimulai akhir Oktober melalui pembangunan ulang badan jalan dan perbaikan struktur penunjang.
Selain menangani kerusakan jalan, Pemkab Aceh Barat juga bergerak cepat mengatasi banjir di wilayah kota. Untuk jangka pendek, sedang dilakukan pendataan dan normalisasi saluran drainase di beberapa titik rawan, seperti Lueng Aneuk Aye, Depan Kantor DPRK (Simpang Pelor), Lobang Prioperi.

Kata Tarmizi, pengerjaan meliputi pembersihan sampah, perbaikan saluran, serta edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan Aceh Barat menuju target Adipura.
Untuk solusi permanen pengendalian banjir, bupati menyatakan pihaknya tengah memperjuangkan pembangunan breakwater atau kolam retensi di Suak Ujong Kalak melalui Kementerian PUPR. Proyek tersebut diajukan dengan pagu anggaran sekitar Rp50 miliar.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, menambahkan Balai Jalan juga akan melaksanakan pengerjaan lanjutan sepanjang 4 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah, dengan anggaran sebesar Rp20,8 miliar. Proyek ini akan menghubungkan hingga kawasan Gunung Mata Ie.
“Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengantisipasi kerusakan jalan akibat bencana alam,” kata Kurdi.
Dengan langkah cepat dan rencana jangka panjang yang telah disiapkan, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam memastikan keselamatan, aksesibilitas, dan penataan lingkungan di Aceh Barat, pungkas Kurdi.
Pewarta Aceh Barat/Nagan Raya : RIO




