Ingatkan potensi kebakaran, masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan

Foto Dok BPBD Aceh Besar.
Aceh Besar (Aentenews) – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga perangkat desa atau Gampong di darah itu meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran yang mendominasi kejadian periode Januari -Juli 2026.
“Tingginya kejadian kebakaran dan karhutla perlu menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti
Mencermati dari catatan bencana selama tujuh bulan terakhir ( Juni-Juli 2026), kebakaran mendominasi dari seluruh kejadian, yakni kebakaran permukiman sebanyak 61 kejadian, disusul karhutla sebanyak 37 kejadian, banjir 21 kejadian, serta angin puting beliung sebanyak 17 kejadian.
Sebaran kejadian menunjukkan bahwa kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi selama periode Januari–Juli 2026, yakni sebanyak 26 kejadian.
Dikatakannya, pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama dan sosialisasi. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap potensi bencana agar dapat ditangani sedini mungkin.
Menanggapai hal itu, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peukan Bada, kabupaten Aceh Besar, melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.
Sosialisasi dilaksanakan Koramil 10/Peukan Bada bersama Polsek Peukan Bada, Muspika, Damkar Peukan Bada, para keuchik, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Abulyatama (Unaya).
Mewakili Camat Peukan Bada, Sekcam Peukan Bada Rusydi SAg MPd menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mengingatkan agar sadar terhadap bahaya Karhutla,” katanya.
Menurutnya, sosialisasi juga penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya saat musim kemarau.
Aentenews by Ampelsa




