EkonomiNasional

Jelang Idul Adha, Kementan ingatkan warga waspada penyakit Zoonosis

Jakarta (Aentenews)  – Kementerian Pertanian mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit zoonosis menjelang Idul Adha 1447 Hijriyah yang dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan.

Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Karena itu, Kementan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit.

“Pemerintah memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan guna melindungi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak di berbagai daerah menjelang Idul Adha, kata Kementerian Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam siaran pers Minggu (10/5/2026).

Amran mengatakan langkah ini dilakukan melalui pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, serta edukasi penanganan daging yang aman bagi masyarakat dan panitia kurban.

 Menteri Pertanian (Mentan), dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.

 “Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Mentan Amran.

 Mentan Amran menambahkan, meningkatnya distribusi hewan ternak antarwilayah harus diantisipasi dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.

 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pencegahan penyakit hewan di lapangan, terutama pada momentum tingginya aktivitas perdagangan dan pemotongan ternak menjelang Iduladha.

 “Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Arsanti.

 Sebagai bagian dari penguatan mitigasi zoonosis, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) meningkatkan edukasi nasional terkait penanganan daging dan pengawasan kesehatan hewan melalui berbagai program pelatihan bagi peternak, penyuluh, petugas lapangan, dan masyarakat.

 Materi pelatihan mencakup pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan, pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi dan higiene, hingga tata cara distribusi daging yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Langkah tersebut penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat tetap aman serta meminimalkan risiko penularan penyakit.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button