Ketua DPRK Banda Aceh dukung pembangunan Masjid Agung dana UEA
Banda Aceh (Aentenews) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah St, mendukung gagasan pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center yang anggarannya dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
“Secara prinsip, DPRK Banda Aceh mendukung penuh pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi investasi peradaban. Banda Aceh sebagai Serambi Mekkah sudah seharusnya memiliki masjid agung representatif yang menjadi pusat syiar Islam, pendidikan umat, dan aktivitas keumatan,” ujar Irwansyah di Banda Aceh, Rabu.
Hal tersebut disampaikan menanggapi pertemuan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dengan delegasi UEA di Banda Aceh pada Ahad (23/2).
Irwansyah menilai rencana ini sebagai momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.
“Ini ibarat gayung bersambut. Ada niat baik dan dukungan konkret dari mitra internasional, maka Pemkot harus bergerak cepat dan serius menyiapkan kebutuhan administrasi dan lahannya. DPRK siap mendorong dan mengawal agar rencana besar ini tidak berhenti di wacana,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu hadir adalah Dr Sultan selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Mohamed Alnaqbi perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities Abu Dhabi, dan Abdullehh Blla Imam Taraweh dari Maroko.
Delegasi UEA menyampaikan sebuah berita gembira mengenai keputusan dari pemerintahan UEA untuk membangun masjid dan islamic center di Banda Aceh.
Delegasi UEA berharap Pemko Banda Aceh dapat segera melayangkan surat perihal ketersediaan lahan, kategori masjid dan luas tampungan jemaahnya. “Kalau persetujuan sudah keluar dari pemerintah UEA sedari empat bulan lalu,” sebut Sultan.
Sementara itu, Wali Kota Illiza pun beryukur dan menyambut dengan tangan terbuka tawaran dari pemerintah UEA. “Semoga membawa keberkahan bagi kota kami. Apalagi Banda Aceh saat ini belum memiliki masjid agung yang bis dikelola oleh pemerintah kota”.
“Berapa kebutuhan lahan, insyaallah kita bisa sediakan. Salah satunya tanah seluas tiga hektar di Kecamatan Meuraxa yang berada di kawasan strategis, dan banyak dikunjungi wisatawan juga,” ujarnya.
Alternatif lain di daerah Lambaro Skep, yakni lahan milik masyarakat yang sudah ada pertapakannya. “Untuk kepastian dan detilnya akan kami rapatkan lebih lanjut dan kemudian segera kami kirimkan suratnya,” ujar Illiza.
Ia juga menyebutkan kehadiran masjid agung baru di Banda Aceh nantinya sangat penting artinya dalam upaya syiar Islam dan penegakan syariat menuju kota yang “baldatun thoyyibatun wa rabbhun ghaffur”.
“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pendidikan bagi umat,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal./Redaksi.




