Aceh TengahLingkungan

Longsor di sejumlah kecamatan , BPBD Aceh Tengah kerahkan alat berat

Alat berat menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan di salah satu lokasi terdampak di kabupaten Aceh Tengah. Foto Dok BPBD Aceh Tengah.

Aceh Tengah (Aentenews) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor dan penanganan pemukiman warga  yang terendam banjir di sejumlah kecamatan akibat curah hujan tinggi. 

“Saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran akses transportasi, serta terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti  Bahron Bakti.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, katanya Bahron, BPBD Kabupaten Aceh Tengah segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk pendataan di lokasi terdampak. Selain itu, dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan sehingga akses transportasi dapat segera dipulihkan.

BPBA terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Tengah untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal serta mendukung percepatan pemulihan akses yang terdampak banjir dan longsor.

“Saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran akses transportasi,” katanya.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah sejak Minggu sore (28/6/2026) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan berdampak pada akses transportasi serta permukiman warga.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Celala, Kecamatan Bintang, Kecamatan Pegasing, dan Kecamatan Lut Tawar. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir akibat meluapnya sungai di sekitar permukiman masyarakat, serta memicu longsor di beberapa titik jalan.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBA, akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pegasing dengan Kecamatan Celala sempat terisolasi selama kurang lebih dua jam akibat tertutup material longsor. Selain itu, Jalan Provinsi Lingkar Danau Lut Tawar juga dilaporkan mengalami longsor dan genangan di beberapa titik sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Luapan air sungai turut merendam sejumlah kawasan permukiman dan rumah warga. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa, korban terdampak maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Berdasarkan perkembangan terakhir, hujan telah reda dan sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tertutup material longsor kini sudah dapat dilalui kembali. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan banjir dan longsor sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan susulan.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button