Banda Aceh (Aentenews) – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mempertanyakan lambannya penanganan sektor pertanian di Aceh pascabanjir bandang , karena pemerintah pusat sudah mengalokasikan dan menyalurkan anggaran agar pemulihan lahan pertanian segera dilaksanakan.
Sorotan tersebut mencakup pembersihan sawah yang tertimbun lumpur, pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, hingga pemberdayaan petani terdampak.
Dari unggahan video yang beredar di akun TikTok @andi.amran.sulaiman, Rabu (5/8/2026), Menteri Amran Sulaiman mempertanyakan progres pemulihan lahan pertanian di hadapan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Menurutnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan dan menyalurkan anggaran agar program pemulihan dapat segera dilaksanakan.
Dikatakan Amran , pemerintah pusat telah mentransfer dana senilai Rp1,6 triliun untuk tiga preovinsi terdampak bencana banjir guna mendukung pembersihan lahan sawah yang tertimbun lumpur, pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, serta berbagai program pemulihan sektor pertanian.
Dari total anggaran untuk tiga probinsi terdampak bencana banjir tersebut, Aceh disebut menerima porsi terbesar anggaran.
Dalam unggahan tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan penjelasan bahwa Pemerintah Aceh telah meneruskan dana penanganan bencana untuk kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
Pernyataan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai progres pelaksanaan di daerah. Sejumlah wilayah, lahan pertanian yang terdampak banjir bandang dilaporkan masih tertimbun lumpur sehingga belum dapat kembali diolah oleh petani.
Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota penerima dana penanganan bencana diharapkan segera mempercepat pelaksanaan program pemulihan sektor pertanian. Publik juga menantikan penjelasan mengenai realisasi penggunaan anggaran, progres pekerjaan di lapangan, serta langkah percepatan agar lahan pertanian masyarakat dapat kembali produktif.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Pemerintah Aceh mengapresiasi perhatian dan komitmen Menteri Pertanian dalam mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi. Pernyataan Amran, kata Nurlis, mendapat perhatian luas sehingga Pemerintah Aceh merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak muncul persepsi bahwa seluruh anggaran bantuan telah ditransfer ke kas pemerintah daerah.
“Pernyataan Bapak Menteri mengenai dukungan pemulihan sektor pertanian adalah benar. Namun, perlu dipahami bahwa mekanisme penganggarannya dilaksanakan melalui beberapa satuan kerja Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan keuangan negara, kata Nurlis
Ia menjelaskan, dukungan Kementan tidak seluruhnya berupa transfer dana ke kas Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota. Sebagian besar bantuan diwujudkan dalam bentuk program, kegiatan, alat dan mesin pertanian, serta bantuan benih yang langsung disalurkan kepada petani.
Aentenews by Ampelsa




