Nelayan keluhkan pendangkalan Kuala Idi, begini respon Wagub Aceh
Aceh Timur (Aentenews) – Sejumlah nelayan mengeluhkan pendangkalan muara di Kuala Idi Kabupaten Aceh Timur yang berdampak sulitnya keluar masuk kapal mereka, bahkan ironisnya ada yang terpaksa melansir hasil tangkapan di tengah laut akibat kapal tidak bisa berlabuh di dermaga.
Seorang tokoh masyarakat nelayan, H Husaini menyampaikan keluhan para pelaut kepada Wakil Gubernur Aceh Fadhulullah, dalam kunjungan kerjanya di Kuala Idi, Jumat.
Salah satu tokoh masyarakat nelayan, H. Husaini, menyampaikan bahwa kondisi muara Kuala Idi kini semakin memprihatinkan.
“Pendangkalan muara di Kuala Idi ini semakin memprihatinkan. Muara ini sudah sangat dangkal. Kapal nelayan sulit keluar masuk pelabuhan dan hanya bisa lewat saat air pasang. Kami sangat membutuhkan pengerukan dan penambahan jetty agar muara lebih besar dan kapal bisa bergerak lebih mudah,” ujarnya.
Mendengar keluhan nelayan akibat pendangkalan muara di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi Rayeuk, Wakil Gubernur Aceh Fadhulullah, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti.
“Tadi kami sudah mendengar langsung dari masyarakat. Memang muara Idi Rayeuk ini mengalami pendangkalan yang cukup serius. Kami berharap solusi bisa segera dilakukan, termasuk pengerukan oleh UPTD bersangkutan,” kata Fadhlullah.
Ia menambahkan, kondisi pendangkalan muara berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Kasihan para nelayan, kalau air lagi surut kapal yang membawa ikan harus melakukan lansir di tengah laut. Ini tentu menyulitkan dan menambah biaya operasional. Mudah-mudahan bisa segera diatasi,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menjadi bentuk perhatian Pemerintah Aceh terhadap persoalan infrastruktur perikanan di daerah.
Fadhlullah berharap langkah cepat dapat diambil agar aktivitas nelayan di Kuala Idi kembali lancar dan hasil tangkapan bisa tersalurkan dengan baik ke pasar.//Redaksi
Sumber: Biro Adpim Setda Aceh




