
Banda Aceh (Aentenews) – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir, menyebut kunci kemajuan provini ini ke depan terletak pada hilirisasi industri.
“Sinergi antara pemanfaatan sumber daya mentah dan hilirisasi industri menjadi kunci utama agar kekayaan alam memberikan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya menegaskan.
Hal tersebut disampaikan Sekda yang mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, saat membuka Banda Aceh Experience (City Expo) di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (20/4) malam
.
Posisi geostrategis Aceh di pintu masuk Selat Malaka, Sekda memaparkan visi besar menjadikan Aceh sebagai hub logistik internasional melalui Pelabuhan Sabang, yang didukung oleh komoditas unggulan seperti Kopi Gayo dan minyak nilam, hasil perikanan samudera serta cadangan gas alam dan energi terbarukan.
Terkait isu perkotaan, Sekda Aceh memaparkan data statistik yang memproyeksikan urbanisasi di Indonesia akan menembus angka 65 persen pada tahun 2045.

Mengingat kontribusi kota terhadap ekonomi global mencapai 80 persen, ia mendesak para anggota APEKSI untuk segera menangkap peluang strategis tersebut.
M. Nasir menjelaskan bahwa secara teknis, setiap kenaikan satu persen urbanisasi yang terkelola dengan baik berpotensi mendongkrak PDB per kapita sebesar 3 hingga 5 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya akselerasi transformasi menuju Smart and Green Cities guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Aceh mengajak para delegasi dan tamu dari luar daerah untuk tidak hanya menikmati kuliner dan budaya melalui expo ini, tetapi juga menjadi jembatan bagi para investor.
“Kami mengajak jajaran Pemerintah Kota untuk mendorong para pelaku usaha di wilayah Bapak/Ibu agar melirik potensi investasi yang luar biasa di Serambi Mekkah,” tutup M. Nasir.//Redaksi.




