Aceh TamiangNasional

Program Padat Karya Tunai Targetkan 23.000 Titik di Aceh Tamiang Pulih

Jakarta (Aentenbews) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan secara keseluruhan menargetkan penanganan sebanyak 23.000 titik untuk rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang pasca bencana yang diselesaikan melalui program padat karya. 

“Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” ujar Menteri Dody, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau salah satu titik pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (24/5).

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lumpur pada permukiman masyarakat terdampak bencana.

Selain penanganan rumah warga, program padat karya tunai di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang saluran yang ditangani mencapai 28.568 meter. Kegiatan tersebut melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran sebesar Rp2,45 miliar. 

Menteri Dody mengimbau agar program padat karya tunai segera diperluas ke daerah lain yang terdampak akibat bencana, terutama kawasan yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur pada permukiman warga. 

“Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga,” tandas Menteri Dody. (May)Menteri Dody menegaskan, penanganan lumpur di kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena sejak awal bencana persoalan sedimentasi dan lumpur merupakan permasalahan utama di Aceh Tamiang.

“Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut,” kata Menteri Dody.

“Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan,” ujar Menteri Dody.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button