Banda Aceh (Aentenews) – Peluang pasar komoditas Ikan Asap asal provinsi Aceh yang diproduksi secara alami semakin terbuka dan prospeknya menjanjikan untuk pasar domestik sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen, khusus untuk wilayah pulau Jawa.
“Pemasaran Ikan Asap ini khusus untuk Pulau Jawa, karena proses pengolahannya berbeda dengan ikan kayu di Aceh yang mengandalkan pasar lokal. Saat ini sudah tembus pasar Jakarta dan Surabaya, Kata Rizal, pelaku UMKM Ikan asap di Banda Aceh, Senin (12/5/2026).
Ia mengakui, untuk saat ini produksi komoditas Ikan Asap terus meningkat seiring dengan membaiknya permintaan pasar di luar Aceh yang rata rata sebanyak 2 ton per minggu dan bahkan lebih.
Adapun tujuan berdiri usaha produksi Ikan Asap, selain berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga memperoleh sumber berpenghasilan untuk kebutuhan keluarga mereka.
Usaha produksi Ikan Asap merupakan yang pertama di Aceh itu, hingga saat ini telah mempekerjakan sebanyak 18 tenaga kerja terdiri dari perempuan dan laki laki. “ Kita targetkan lebih banyak pekerja yang terserap seiring dengan berkembangnya usaha Ikan Asap ini,” ucapnya.
Terkait kendala bahan baku untuk produksi Ikan Asap, pelaku usaha Rizal menyatakan hingga saat ini pasokan ikan segar seperti jenis tongkol dan cakalang cukup. Bahkan dalam kondisi tertentunya stok ikan melimpah di Aceh karena membanjirnya hasil tangkapan ikan nelayan .
“Dalam kondisi tangkapan ikan melimpah, kita akan tampung berapapun jumlahnya. Dulu ikan ikan tongkol sebagian dibuang karena tangkapan melimpah dan harganya anjlok. Namun sejak berdiri Usaha Ikan Asap , tidak ada lagi yang terbuang, semuanya ditampung untuk diolah menjadi komoditas Ikan Asap,” katanya.
Ke depan, kata Rizal, selain memproduksi Ikan Asap juga akan mengembangkan usaha produk hilirisasi dengan mengolah bagian ikan yang tidak dimanfaat menjadi produk pakan ternak dan pakan budidaya ikan tambak.
Kita berharap kepada pemerintah turut mendorong perkembangan usaha Ikan Asap di Aceh, terutama membantu pasarnya, sedangkan modal usaha untuk keberlangsungan usaha Ikan Asap tersebut untuk sementara masih mandiri dan cukup.
“Kita tidak meminta bantuan modal usaha dari pemerintah atau perbankan. Namun, usaha Ikan Asap ini perlu kehadiran dari pemerintah mendorong dari belakang agar pasarnya meluas sehingga pekerja juga akan bertambah,” katanya.
Aentenews by Ampelsa




