Banjir Aceh Utara, enam warga meninggal dunia
Banda Aceh (Aentenews) – Update banjir yang melanda sebagian besar wilayah di Aceh Utara pukul 12.30 WIB 28 November 2025, dilaporkan telah menyebabkan enam warga di kabupaten itu meninggal dunia.
Update informasi terkini menyebutkan enam warga yang meninggal dunia akibat banjir itu tersebar di sejumlah lokasi, kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli dalam pernyataan tertulis dan diterima aentenes.com di Banda Aceh, Jumat malam.
Selain itu jumlah korban banjir terendam 20.047 Kepala Keluarga (54.474 jiwa), dan pengungsi 17.119 Kepala Keluarga (55.287 jiwa), pengungsian tersebar di 36 titik dari 22 Kecamatan.
Dalam penanganan korban banjir, pemerintah juga memprioritaskan ibu hamil sebanyak 64 jiwa, balita 490 jiwa, lansia 526 jiwa dan disabilitas 12 jiwa.
Banjir juga mengakibatkan kerusakan rumah penduduk, dengan rincian sebanyak 22 unit rusak berat, 67 rusak berat dan 50 ringan. Sawah warga yang terendam akibat banjir tercatat seluas 680 hektare, tambak 571 hektare, selain sembilan tanggul rusak/jebol dan dua jembatan terputus di Aceh Utara.
Muntasir juga menjelaskan, Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil MM, sapaan akrab Ayah Wa juga telah meningkatkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir sejak 25 November 2025.
Kendali lain yang dihadapi dalam penanganan banjir, ia menjelaskan yakni terputusnya jaringan telekomunikasi karena tidak adanya jaringan internet, selain persediaan logistik semakin menipis. Namun bupati sudah ajukan ke Presiden melalui BNPB.
Distribusi logistik ke lokasi pengungsian tersendat akibat transportasi darat lumpuh dan tidak bisa dilalui karena genangan air, demikian Jubir Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Muntasir Ramli.//Redaksi.




