Ekonomi

Semen di Banda Aceh masih langka, harga fluktuatif ditingkat pedagang

Banda Aceh (Aentenews) –  Para pengembang perumahan (property)  di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar menila janji  pemerintah untuk mengatasi kelangkaan semen, namun hingga kini belum teratasi, menyusul masih sulitnya diperoleh semen dipasaran.

“Sudah pembelian dibatasi, harganya juga di atas normal dan kondisi ini tentunya merugikan dipihak kami. Pekan lalu, Pemerintah Aceh telah bertemu dengan pihak produsen semen yakni PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang diharapkan dapat mengatasi kelangkaan semen,” kata Memet,  pengembang perumahan di Banda Aceh.

Kepada aentenews.com, Rabu, Memet menjelaskan harga semen (SBA) yang dijual  pedagang saat ini berkisar Rp79.000 sampai Rp85.000 per sak. “Selain harganya masih tinggi dan fluktuatif, pembelian juga dibatasi yakni 10 sampai 20 sak, ‘ katanya menambahkan.

Masih langkanya semen  mengakibatkan penghentian aktivitas pembangunan perumahan, termasuk rumah subsidi. ” Saya terpaksa menghentikan pekerjaan dan secara  otomatis pekerja kami ‘rumahkan’ untuk sementara waktu sambil menunggu normalnya pasokan semen, ” ujar Memet menambahkan.

Ramdan, salah seorang pedagang bahan bangunan di Banda Aceh, mengatakan pembelian semen dari distributor selama beberapa pekan ini memang  dibatasi yakni hanya berkisar 200 sampai 300 sak per pedagang.

Pedagang berharap masalah kelangkaan semen ini bisa segera teratasi, karena dampaknya sudah meluas pada penghentian pekerjaan baik dari indibidu masyarakat maupun usaha property.

Sementara sebelumnya, pihak manajemen PT SBA sebagai perusahaan semen lokal di Aceh, menyatakan tidak pernah manaikkan harga jual semen yang didistribusikan ke pasar melalui distributor. //Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button