
Banda Aceh (Aentenews) – Perum Bulog Kantor wilayah (Kanwil) Aceh menyatakan stok minyak goreng merek MinyakKita hingga saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Stok MinyakKita di gudang penyimpanan masih cukup untuk kebutuhan sejumlah pasar di Aceh,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Aceh, Budi Sultika, di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).
Ia menyatakan, Bulog baru saja memesan 1 juta liter MinyakKita dan sekarang dalam proses. MinyakKita tersebut akan di distribusikan ke pasar pasar, pedagang dan termasuk pengecer.
Sasaran distribusi MinyakKita meliputi sebanyak 23 pusat pasar di seluruh Aceh dan stoknya masihcukup. “Masih cukuplah stoknya, meski di pasar pasar saat ini terpantau stoknya berkurang,” ujarnya.
Diakuinya, pasokan MinyakKita yang didatangkan dari Medan untuk memenuhi kebutuhan di Aceh menghadapi tantangan, berupa ketersediaan kantong plastik yang menghambat kalancaran distribusi minyak.
Menurut laporan dari perusahaan atau pabrik minyak goreng di Medan (Sumut), kendala kantong plastik karena stoknya berkurang dan selain harga juga naik, salah satu penyebab distribusi terlambat.
Bulog Aceh juga akan terus memantau harga di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menjaga stabilitas pasar.
Bulog menegaskan stok MinyakKita di Aceh dalam kondisi aman dan distribusi akan terus dilanjutkan menyesuaikan kebutuhan pasar.
Sementara, pemantauan di tingkat pedagang pasar tradisional, stok MinyakKita mulai berkurang dan selain harganya juga naik hingga Rp 16.000 perliter dibanding harga yang diatur pemerintah berdasar HET Rp15.700 per liter.
Menurut pedagang, kenaikan harga MinyakKita imbas dari naiknya harga kantong plastik.
Sementara, Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyatakan, meski terjadi kenaikan harga MinyakKita imbas dari naiknya harga kantong plastik tidak berdampak pada kelangkaan stok di pasar.
Pemerintah terus memantau perkembangan harga dan stok MinyakKita dapat terkendali di sejumlah daerah dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpunuhi.
Aentenews by Ampelsa.




