Sungai Geumpang makan korban, lima santri meninggal dunia
Sigli (Aentenews) – Musibah terjadi di aliran Sungai Geumpang, Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, menyebabkan lima santri meninggal dunia dan seorang dinyatakan hilang hanyut terseret arus deras sungai tersebut pada Minggu.
Kelima korban ditemukan meninggal dan satu masih dinyatakan hilang tersebut adalah santriwati dari Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie, kata sejumlah sumber.
Lima korban ditemukan meninggal dunia, masing-masing Nurfatihah (SMA), Husnulkhatimah (SMP), Magfirah (SMP), Zikratun (SMA), dan Maisya (SMP). Sementara seorang lainnya, Nurullizzah (SMA), hingga malam masih dalam pencarian.
Peristiwa naas itu berawal ketika salah seorang santri melompat ke sungai di kawasan Lhok Pula Pingkui, namun langsung terseret arus. Teman-temannya berupaya menolong, tetapi justru ikut hanyut hingga enam orang tenggelam.
Petugas Jambo Adventure Camp bersama pemandu wisata yang menerima laporan dari seorang anak segera melakukan penyisiran sungai dan berhasil menemukan lima korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Bukan di area arung jeram Jambo Adventure, tapi di DAS Geumpang. Kami ikut menyisir hingga lima korban ditemukan meninggal, satu lainnya masih dicari,” jelas Zian Mustaqin, Anggota PWI Pidie yang ikut di lokasi.
Sungai di kawasan Lhok Pula Pingkui dikenal memiliki kedalaman 2–3 meter saat musim kemarau, dengan arus bawah yang deras meski permukaannya terlihat tenang. Pengelola wisata setempat mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan pelampung saat mandi di sungai.
Pewarta Pidie/Pijay : Amir



