Aceh BaratLingkungan

BPBD Aceh Barat kendalikan karhutla di 4 kecamatan

Aceh Barat  (Aentenews) – Badan Peenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas mencapai 12,5 hektare di empat kecamatan .

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Rabu (22/7/2026) menyatakan berdasarkan pembaruan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) per Selasa (21/7/2026) pukul 17.30 WIB, total luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 12,5 hektare dan masih dilakukan penanganan di beberapa titik.

“Hingga saat ini pemadaman karhutla masih berlangsung di sejumlah titik dengan mengerahkahkan sejumlah aramda dan personil BPBD bersama TNI dan Polri,” katanya.

Dikatakannya, karhutla terjadi di sejumlah gampong atau desa tersebar di empat kecamatan, yaitu Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo; Gampong Cot Seumeureng dan Gampong Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga; Gampong Lapang dan Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan; serta Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.

Peristiwa bermula pada Jumat (17/7/2026), saat Pos Damkar Meureubo menerima laporan adanya kebakaran lahan di Gampong Gunong Kleng yang berdekatan dengan permukiman warga. Pada hari yang sama, BPBD Aceh Barat kembali menerima informasi mengenai kebakaran lahan di kawasan Ujong Beurasok, Gampong Lapang, yang berbatasan dengan Gampong Cot Seumeureng dan  di Gampong Blang Luah.

Tim dari Mako BPBD bersama personel Pos Damkar terus melakukan pemadaman dan penyekatan di sejumlah lokasi terdampak. Operasi difokuskan di Gampong Cot Seumeureng hingga Gampong Paya Lumpat, serta Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.

Hingga saat ini, kondisi di Gampong Gunong Kleng telah berhasil ditangani sepenuhnya atau mencapai 100 persen. Sementara itu, penanganan karhuta di beberapa desa lainnya masih berlanjut dan sekitar 50 persen sudah dapat dikendalikan. 

Upaya pemadaman karhutla masih di antaranya keterbatasan sumber air serta kondisi angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar. Dalam operasi penanganan ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan satu unit kendaraan D-Max, satu unit Panther Pick Up, dua unit mesin air beserta selang pemadam. Penanganan juga melibatkan personel BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Meureubo, Damkar Pos Woyla, Damkar Pos Arongan, TNI, Polri, masyarakat, serta UKM PK Universitas Teuku Umar yang bekerja sama mengendalikan kebakaran di sejumlah titik.

Selain itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Foto Dok BPBD Aceh Barat.

Operasi menggunakan pesawat Cessna C208 PK-SNM milik PT Smart Cakrawala Aviation berlangsung sesuai rencana penerbangan mulai pukul 18.10 WIB hingga 20.10 WIB. Misi tersebut dipimpin oleh Capt. Meilda dan First Officer Dariel, didampingi Flight Scientist Fadli dan Arsyad.

Pada pelaksanaan sortie pertama, pesawat melakukan penyemaian bahan semai berupa 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah udara Aceh Barat pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 

BPBD Aceh Barat juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya penanggulangan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin melalui sinergi seluruh pihak.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button