Aceh Selatan

Tak ada paksaan Shinta bersyahadat masuk Islam

Shinta Purnamasari, warga Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, resmi memeluk agama Islam pada hari Rabu (4/3).

Aceh Selatan (Aentenews) — Shinta Purnamasari, warga Gampong Pasar Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat  resmi memeluk  Islam di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/3).

Shinta yang dipandu langsung oleh Ketua Badan Baitul Mal Aceh Selatan, Tgk Misbar Basri, melafalkan syahadat dihadapan para saksi.

Hadir dalam kesempatan itu Pelaksana Tugas Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis beserta istri, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tapaktuan, aparatur gampong, serta jajaran Dewan Pengawas dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.

Tgk. Misbar Basri, menegaskan bahwa pengucapan syahadat bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan awal perjalanan spiritual yang panjang.

“Syahadat bukan akhir dari pencarian, tetapi awal untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi dan membimbing,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menunjukkan wajah Islam yang ramah dan penuh kasih, agar para mualaf senantiasa merasakan hangatnya persaudaraan dalam iman.

Sementara itu, Plt. Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis menyampaikan rasa syukur mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, momentum Ramadhan menjadikan prosesi ini semakin bermakna sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah langkah keimanan yang diambil dengan kesadaran dan ketulusan hati. Kami mengucapkan selamat dan mendoakan agar Allah meneguhkan hati serta memudahkan dalam mempelajari ajaran Islam,” kata Baital.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen memberikan perhatian bagi para mualaf di wilayah tersebut.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong pendampingan bagi para mualaf agar dapat beradaptasi dan memahami ajaran agama secara bertahap,” pungkasnya.

Bagi Shinta, momen ini menandai babak baru dalam perjalanan hidupnya. Kehadiran para tokoh daerah dan masyarakat setempat menjadi bukti dukungan kolektif bagi Shinta untuk menjalani kehidupan beragama yang lebih mendalam, tenang, dan penuh kedamaian di bawah naungan Islam.//Aentenews by Ade

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button