Aceh TengahEkonomi

TNI kerja keras pulihkan infrastruktur pascabencana di Aceh

Lhokseumawe (Aentenews)  – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat beserta jajarannya di seluruh Indonesia terus bekerja keras menyelesaikan berbagai program teritorial secara umum, termasuk pemulihan infrastruktur pascabencana alam banjir di provinsi Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan Brigjen TNI Ali Imran dalam sebuah tayangan podcast yang berlangsung di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (5/8/2026).

“Masyarakat di Aceh tidak sendirian. Ada TNI AD yang terus bekerja keras untuk pencapaian program teritorial dan membangun infrastruktur, baik jembatan, sumur bor air bersih, dan lainnya pascabencana di wilayah satuan jajaran Korem 011/Lilawangsa,” ujar Brigjen TNI Ali Imran.

Danrem menyebutkan, pascabencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda, proses pembangunan infrastruktur maupun layanan fasilitas publik terus berangsur di sejumlah titik wilayah jajaran Korem 011/Lilawangsa. Dari 12 kabupaten/kota di wilayah kerjanya, 11 daerah turut terdampak. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Aceh Utara sebagai wilayah terparah.

“Banyak fasilitas umum yang rusak parah, salah satunya akses jembatan putus. Jembatan yang kami bangun bervariasi, mulai dari tipe Bailey, beton, Aramco, hingga jembatan gantung perintis,” jelasnya.

Melalui Karya Bhakti TNI skala besar, jajaran TNI AD bergerak melakukan berbagai aksi kemanusiaan dan pemulihan daerah. Program tersebut meliputi pembangunan Jembatan Garuda, TNI AD Manunggal Air Bersih dan Air Persawahan, rehabilitasi sekolah, panti asuhan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program Wam Pillamo, ketahanan pangan, pencegahan stunting, hingga penghijauan lewat gerakan Bersatu Dengan Alam.

“Pemerintah memberikan target pembangunan sebanyak 140 jembatan pasca-bencana di wilayah ini Aceh Utara. Saat ini, sekitar 45 jembatan berbagai tipe telah rampung 100 persen dikerjakan Kodim 0103/Aceh Utara, sementara sisanya sedang dikebut agar selesai pada Agustus 2026 ,” terangnya.

“Secara nasional, target pembangunan mencapai sekitar 5.000 jembatan hingga akhir tahun 2026. Untuk target jangka pendek hingga 17 Agustus 2026, ditargetkan 2.500 jembatan rampung di seluruh Indonesia, di mana Provinsi Aceh sendiri mendapatkan alokasi lebih dari 300 jembatan,” katanya Danrem  Ali Imran.

Meskipun demikian, Danrem Ali Imran mengakui terdapat kendala cuaca ekstrem, curah hujan tinggi dan tanah longsor kerap memutus jalur logistik material. Bahkan,

 merobohkan jembatan yang baru selesai dibangun.

 Ia juga menyayangkan adanya video viral sepotong-sepotong di media sosial yang menarasikan seolah-olah proyek tersebut terbengkalai. “Ada yang memvideokan orang melintas, tetapi pekerja di bawahnya tidak direkam, lalu diviralkan seakan tidak dikerjakan. Videokanlah secara utuh,” tambahnya sembari berkelakar. 

Selain jembatan, TNI AD aktif menjalankan program Manunggal Air Bersih. Sejak menjabat sebagai Danrem, Brigjen Ali Imran telah membangun sekitar 180 sumur bor di lingkungan dayah, pesantren, hingga fasilitas umum. Salah satu capaiannya adalah penyediaan air tawar di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe yang selama 20 tahun terakhir selalu berair asin.

“Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Angkatan Darat, khususnya di wilayah Korem 011/Lilawangsa untuk merehabilitasi sekitar 2.500 sekolah terdampak bencana dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” urainya.

Brigjen Ali Imran menegaskan bahwa pengerjaan ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button