Tradisi Suluk jalan menyucikan diri bulan Ramadhan di Dayah Darul Aman
Banda Aceh (Aentenews) – Sejumlah jamaah perempuan berseragam putih menggunakan kain menutupi wajah hingga seluruh anggota badannya saat melaksanakan tradisi ibadah Suluk di Dayah Darul Aman, Gampong Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Metode ibadah Suluk yang berlangsung di dayah itu, mengasingkan diri untuk berzikir dengan menutup kepala hingga wajah yang menggunakan sorban, kain dan mukena.
Hal itu bertujuan agar para jamaah, dapat lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah mengingat, dan mendekatkan diri terhadap Allah SWT. Peserta jamaah berasal dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.
Ketua Yayasan Dayah Darul Aman Tgk Saifullah di Aceh Besar, Minggu, (22/2/2026) mengatakan, pelaksanaan ibadah suluk di pesantren tersebut berlangsung setiap bulan suci Ramadhan.
Untuk Ramadhan tahun ini, peserta suluk mencapai sekitar 60 orang yang terdiri dari wanita dari golongan usia muda hingga lansia berasal Aceh Besar, Sabang, Pidie Jaya dan daerah lainnya di provinsi Aceh.
“Tradisi Ibadah suluk setiap tahun dilaksanakan pada bulan puasa Ramadhan. Namun, pada Ramadhan tahun 2026 ini terjadi penurunan peserta di banding tahun sebelumnya mencapai ratusan orang.
Penurunan peserta suluk tahun ini, kemungkinan dampak dari bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh pada akhir November 2025.
Ia mengatakan, sejumlah jamaah yang tahun tahun sebelumnya mengikuti ibadah suluk di dayah tersebut, turut terdampak bencana alam, rumah mereka rusak tertimbun lumpur dan selain berada di barak pengungsi atau huntara.
Ibadah suluk semacam penyucian jiwa, di mana jamaah berzikir dalam hati untuk mencapai ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT. Ibadah suluk ini dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan,” kata Tgk Saifullah.
Menurut peserta, Syahren, berasal daerah Tringgadeng, kabupaten Pidie Jaya mengaku sudah 11 tahun mengikuti suluk di dayah tersebut. “Saya menemukan ketenangan jiwa dengan mengikuti ibadah Suluk, berzikir terus menerus dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Selama menjalan Suluk, Jamaah di Dayah Darul Aman tidak diperbolehkan memakan makanan yang mengandung lemak, daging, dan lainnya, karena bisa meningkatkan hawa nafsu.
“Dalam pelaksanaan ibadah suluk dan selama itu juga jamaah hanya memakan sayuran atau vegetarian. Ini untuk menghindari emosi yang bisa mempengaruhi jamaah saat menjalani ibadah suluk,” kata Tgk Saifullah.
Aentenews by Ampelsa.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Aentenews




