Aceh Barat

Bupati:Jadikan LPTQ motor penggerak bangun budaya cinta Al Quran

Meulaboh (Aentenews) – Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) harus menjadi motor penggerak dalam membangun budaya cinta Al Quran di tengah-tengah masyarakat.

Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh, Kamis, menurutnya pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada persiapan menjelang MTQ, tetapi harus berkelanjutan sejak usia dini.

“Harus ada prestasi yang kita capai. Karena itu, pembinaan harus diperkuat dan melibatkan semua pihak, termasuk dayah-dayah yang menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Qurani,” ujar Tarmizi.

Ia juga mendorong agar program pembinaan Al Quran diperluas hingga ke lingkungan sekolah. Melalui program “LPTQ Masuk Sekolah”, diharapkan seluruh siswa mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/MA mendapatkan pembinaan membaca Al-Qur’an secara intensif.

“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Aceh Barat yang buta aksara Al Quran atau tidak mampu membaca Al Quran dengan baik. Pembinaan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar,” tegasnya.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatihan bagi qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang-cabang MTQ lainnya agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga menerima berbagai masukan dari pengurus LPTQ terkait program pembinaan serta kondisi keuangan yang menjadi tantangan dalam pengembangan kegiatan keagamaan di daerah.

Sebagai langkah percepatan peningkatan prestasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mempercepat pelaksanaan MTQ Kabupaten yang sebelumnya dijadwalkan 2027.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan persiapan peserta agar mampu meraih hasil yang lebih baik pada MTQ tingkat Provinsi Aceh.

Tarmizi juga meminta Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ di Pidie Jaya, mulai dari proses pembinaan, pelaksanaan kegiatan hingga capaian prestasi yang diraih kontingen Aceh Barat.

“Evaluasi harus dilakukan secara objektif agar kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Pembinaan harus lebih terarah dan seleksi peserta dilakukan secara ketat mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten,” katanya.

Bupati menargetkan Aceh Barat mampu menembus peringkat lima besar pada MTQ tingkat Provinsi Aceh serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Terlebih, Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028, sehingga pembinaan harus dipersiapkan sejak sekarang.

“Kita ingin Aceh Barat memiliki duta-duta Al Quran yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang serius dan berkelanjutan, saya yakin target tersebut dapat kita capai,” demikian Tarmizi.//Aentenews by RIO.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button