Bupati Aceh Barat instruksikan RSUD periksa urine seleksi pejabat

Meulaboh (Aentenews) – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menginstruksikan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk memeriksa urine terhadap peserta Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, sebagai upaya membersihkan aparatur sipil negara (ASN) dari pengaruh narkoba.
Sebanyak 20 peserta seleksi mengikuti pemeriksaan urine yang dilaksanakan setelah seluruh tahapan seleksi, termasuk wawancara mendalam, selesai dilakukan. Dari total 25 peserta yang terdaftar, lima orang tidak hadir dan telah menyampaikan surat keterangan kepada BKPSDM Aceh Barat, sedangkan 6 orang lainnya merupakan staf protokoler.
Di Meulaboh, Rabu, Bupati Tarmizi mengatakan, tes urine merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa calon pejabat yang akan menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memiliki integritas tinggi dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Seluruh tahapan seleksi sudah selesai, bahkan para peserta telah mengikuti wawancara secara pribadi. Hari ini kita melaksanakan tes urine sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan calon pejabat yang terpilih benar-benar bersih dan siap menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia, integritas aparatur, serta kinerja pemerintahan. Karena itu, pejabat pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Ia menegaskan, pelaksanaan tes urine ini sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas narkoba. Selain sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan komitmen aparatur dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Melalui kegiatan ini kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.
Tidak hanya peserta seleksi JPT Pratama, pemeriksaan urine juga dilakukan terhadap sejumlah personel tim protokoler Setdakab Aceh Barat sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan internal aparatur.
Sementara itu, Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr. Akbar Siregar, yang memimpin pelaksanaan pemeriksaan tersebut, mengumumkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti tes dinyatakan negatif narkoba.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine hari ini dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya,” ungkap dr. Akbar.
Dengan hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap proses seleksi pejabat dapat menghasilkan pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.//Aentenews by RIO.




