Aceh UtaraBudaya dan Seni

Prajurit TNI  Salat Istisqa di tengah kekeringan di Aceh Utara

Salat minta hujan. Foto Dok Penrem Lilawangsa.

Lhokseumawe – Ratusan prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Korem 011/Lilawangsa menggelar Salat Istisqa dan doa bersama  memohon hujan di tengah kondisi kekeringan di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa , Aceh Utara pada Selasa (1/9/2026). 

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan salat Istisqa berjamaah. Kita memohon kepada Allah SWT diturunkan hujan, diberikan air yang penuh keberkahan,” ujar Ustadz Abdul Halim selaku Imam sekaligus khatib seusai memimpin salat.

Ustadz Abdul Halim mengajak seluruh lapisan masyarakat di berbagai kampung dan desa untuk melakukan hal serupa di masjid atau di lapangan terbuka di daerah masing-masing.

Tidak hanya memikirkan kondisi di Aceh, jamaah juga berdoa untuk wilayah lain di Indonesia yang sedang mengalami krisis serupa. Ustadz Abdul Halim mengingatkan bahwa saat ini saudara-saudara di Pontianak, Kalimantan, juga sedang berjuang melawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini merupakan sebuah doa yang benar-benar kita harapkan dari semua hati insan yang beriman bermunajad mengangkat tangannya memohon kepada Allah agar diturunkan hujan, diberikan rahmat, dipadamkan seluruh api yang membakar lahan,” tambahnya penuh harap.

Di sisi lain, Ustadz Abdul Halim menegaskan bahwa fenomena kekeringan ini tidak boleh hanya dilihat sebagai faktor cuaca semata, melainkan juga sebagai pengingat atas dosa-dosa manusia. Berdasarkan surah Nuh dan surah Hud di dalam Al-Qur’an, solusi utama dari krisis ekologis ini adalah kembali kepada Sang Pencipta.

Oleh sebab itu, Ulama dan juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis  tersebut juga imengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar guna mengetuk pintu rahmat Allah agar hujan yang turun membawa kesuburan, bukan bencana.

“Solusi terhadap permasalahan ini adalah istiqpar dan taubat, summah tubbuilahi, memohon ampun kesalahan dan dosa kepada Allah. Agar Allah menyayangi kita, agar diberikan hujan yang baik, menyuburkan dan bukan hujan yang menghancurkan,” tegasnya menutup ceramah.

Dalam khotbahnya, Ustaz Abdul Halim menjelaskan bahwa salat Istisqa adalah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika terjadi kekeringan. Oleh karena itu, ia berharap gerakan memohon hujan ini tidak hanya berhenti di lapangan Korem saja.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau.

Salat minta hujan.Foto Dok Penrem Lilawangsa

Menurutnya, di tengah kondisi cuaca yang kering dan ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, prajurit tidak hanya dituntut melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta bersama-sama menghadapi dampak musim kemarau.

Jalannya ibadah yang berlangsung khidmat itu kemudian dilanjutkan dengan doa bersama agar Allah menurunkan hujan yang membawa keberkahan, menyuburkan tanah, serta mengakhiri kekeringan dan bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button