Banda AcehEkonomi

Produksi cincau menurun mengikuti permintaan pasar Ramadhan 

Banda Aceh (Aentenews) – Pelaku industri rumahan di Banda Aceh menyatakan, produksi cincau pada Ramadhan 1447 Hijriyah mengalami penurunan drastis dibanding Ramadhan tahun 2025 dampak berkurangan permintaan pasar.

 Pelaku industri rumahan, Djoek Fa, di Banda Aceh, Senin (23/2/2026) menyatakan pada Ramadhan 2025, produksi cincau mencapai 800 hingga 1000 kaleng (kotak) per hari, namun Ramadhan 2026 produksi cincau turun drastis mencapai 400 kaleng per hari.

Penurunan produksi cincau untuk kebutuhan kuliner Ramadhan tahun ini,  karena permintaan pasar menurun. Dampak bencana banjir juga salah satu menurunnya produksi cincau.

Seperti Kabupaten Pidie, salah satu daerah terdampak bencana yang selama ini sebagai pemasok cincau. Pada Ramadhan tahun ini permintaannya menurun drastis dan selain beberapa daerah lainnya di Aceh.

Pada hari pertama hingga saat ini Ramadhan, permintaan dan produksi cincau masih bertahan dan kemungkinan pada pertengahan Ramadhan 1447 Hijriyah akan mengalami penurunan karena faktor ekonomi masyarakat.

Terkait harga penjualan, pelaku usaha tersebut menyatakan tidak mengalami perubahan sama dengan tahun sebelumnya Rp25.000 per kaleng

Djoek FA menyebutkan pemasaran cincau tidak hanya di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, tetapi juga dipasarkan di wilayah barat  dan timur Aceh, antara lain Kabupaten Aceh Selatan, Pulau Simeulue, Kabupaten Bireuen. 

 Untuk bahan baku , Djoek FA menyatakan selama ini pasokannya berjalan lancar. Bahan baku cincau itu didatangkan dari Sumatera Utara dan Pulau Jawa, sementara di wilayah Aceh belum ada bahan baku cincau. 

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button