Warga resah, kawanan gajah liar masuk kampung di Bener Meriah
Banda Aceh (Aentenews) – Puluhan ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan memasuki pemukiman penduduk dan hingga saat ini masih berada di sekitar desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Menurut laporan Masyarakat Peduli Gajah (MPG) di desa tersebut, gajah liar memasuki pemukiman penduduk terpantau sekitar 28 ekor yang terbagi dalam dua kelompok hingga kini masih berada di sekitar kawasan kecamatan Pintu Rime Gayo.
Ketua Tim Pengusiran MPG, Usop yang dihubungin Aentenews di Banda Aceh, Jumat (27/3) menjelaskan, gajah liar masuk perkampungan penduduk sejak awal Ramadhan dan satwa dilindungi itu tidak hanya masuk perkampungan pada siang, tetapi juga pada malam hari.
“Setiap gajah masuk perkampungan, tim kami berusaha menggiring satwa itu ke seberang sungai menuju kawasan hutan berjarak sekitar 10 kilometer dari pemukiman penduduk,” kata Usop.
Untuk mengatasi gangguan gajah liar itu, kata Usop, MPG bersama organisasi World Wide Fund for Naature (WWF) Indonesia bekerja ekstra 24 jam melakukan patroli di beberapa lokasi yang sering di masuki gajah liar, kemudian menggiring ke hutan.
“Begitu mendapat laporan dari warga, tim MPG langsung bergerak cepat dan melakukan penggiringan ke kawasan hutan,” tambahnya.
Untuk melakukan penggiringan gajah ke hutan, tim MPG bersama WWF mengalami kesulitan, karena jalur yang dilalui penuh tantangan, bukit terjal, bebatuan. Dibutuhkan alat berat untuk membuka jalur penggiringan gajah.
Ia mengakui, kewalahan juga mengatasi gangguan gajah liar, karena beberapa kali dilakukan penggiringan ke hutan, satwa liar itu kembali lagi masuk kampung.
Dalam pekan ini, warga panik dan resah seekor gajah liar berbadan besar masuk ke perkampungan warga pada malam hari dan gajah itu berputar putar seperti mencari makan di sekitar rumah penduduk.
MPG menyatakan gajah liar yang paling sering masuk kampung pada malam hari adalah se ekor gajah jantan. “Kami menyebutnya si Bancol, gajah bertubuh besar ini termasuk ganas dan bergerak sendirian masuk kampung terpisah dari rombongan,” ujarnya.
Sebelumnya pada 21 Februari 2026, dilaporkan seorang petani tewas terinjak gajah di Kampung Pantan Lah, Pintu Rime Gayo. Pihak BKSDA Aceh menyebutkan pemicunya antara lain kerusakan pada fasilitas power fencing atau pagar kawat kejut dan perubahan jalur jelajah gajah akibat bencana hidrometeorologi.
Petugas mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan jejak gajah dan tidak melakukan penghalauan mandiri yang berisiko.
Aentenews by Ampelsa.




