LingkunganTop News

Anak Gajah Sumatera yang baru lahir itu namanya “RUT”  

Jakarta, (Aentenews) – Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung kehadirian tamu baru dengan lahirnya seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berkelamin betina pada 5 Juni 2026 yang sekaligus mencatat sebuah keberhasilan dalam upaya konservasi satwa liar dilindungi

Kelahiran anak gajah dengan berat badan 123 kilogram  itu merupakan yang kedua  dari hasil perkawinan induk gajah jantan yang bernama Aris (29 tahun) dan induk betina, Mega (27 tahun. Sebelumnya, pada 7 Agustus 2022 telah lahir seekor anak gajah yang diberi nama Rawana.

Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja sama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
dalam siaran pers Rabu (10/6/2026) merilis kondisi anak gajah berada dalam keadaan sehat dan mendapat perhatian serius serta pemantauan oleh tim Mahot (pawang gajah) dan Tim Medis Taman Satwa Lembah Hijau.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa upaya penyelamatan Gajah Sumatera tidak hanya melalui perlindungan habitat dan pengelolaan konflik manusia dengan satwa, tetapi  juga diperkuat melalui pengembangan konservasi  (ex-situ) .

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli memberikan nama ‘RUT” kepada anak gajah tersebut.

“Kami memberikan nama RUT sebagai simbol persahabatan dan penghargaan kepada pemerintah  Norwegia, khususnya Ibu RUT Kruger Giverin yang selama ini telah menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung agenda konservasi hutan dan lingkungan  hidup di Indonesia.

Ia mengharapkan, semoga  anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di masa depan. 

Kementerian Kehutanan mendorong setiap lembaga konservasi, untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan satwa, kesejahteraan hewan, serta keberhasilan program pengembangbiakan yang terencana dan berkelanjutan

Hal yang sama juga disampaikan Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung , Irwan  Nasution. “Keberhasilan lahirnya anak gajah itu bagian dari komitmen Taman Satwa lembah Hijau dalam keberlanjutan mendukung program konservasi ex-situ dan peningkatan populasi Gajah Sumatera,” kata Irwan Nasution.

Sementara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dan konsistensi Taman Satwa Lembah Hijau dalam menjalan program konservasi satwa dilindungi.

Gajah Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau menjadi contoh nyata kontribusi lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi. Sejalan dengan kebijakan penghentian peragaan gajah tunggang, lembaga konservasi perlu terus bertransformasi menuju pengelolaan yang berorientasi pada konservasi, kesejahteraan satwa, serta edukasi publik. 

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button