Kapal angkut gas elpiji ke Sabang batal berangkat, ini penyebanya

Banda Aceh (Aentenews) – Kapal kayu pengangkut gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram dari Banda Aceh tujuan wilayah terluar Pulau Sabang, Aceh, gagal berangkat akibat cuaca buruk dan gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Aceh.
Kapal mengangkut gas elpiji itu sudah dua akali mencoba menerobos perairan Banda Aceh-Sabang, namun akhirnya terpaksa memutar balik menuju pelabuhan perikanan Lampulo, Banda Aceh akibat gelombang besar.
“Seperti biasanya, menjelang matahari terbit kapal mengangkut gas elpiji berangkat dan setelah dua mil perjalanan laut menuju Pulau Sabang dihadang gelombang,” kata Juru mudi, Muhammad Ali, di Banda Aceh, Kamis (8/12).
Setelah jadwal pertama gagal berangkat, kata Muhammad Rusli, kapal pengangkut gas elpiji kembali mencoba berlayar menuju Pulau sang dengan harapan cuaca sudah normal, melainkan gelombang masih tinggi.
Untuk pemenuhan kebutuhan gas elpiji subsidi dan termasuk gas non subsidi wilayah terluar Pulau Sabang itu, dipasok dari daratan Banda Aceh. Pengapalan gas elpji dilakukan tiga kali dalam sepekan untuk Pulau Sabang.
Agen gas elpiji untuk wilayah Sabang, Munazar Ismail menyatakan kondisi cuaca di perairan Banda Aceh menuju sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun kapal masih dapat berlayar karena ketinggian gelombang hanya sekitar dua meter.
Terkait kebutuhan gas elpiji untuk wilayah Pulau Sabang, kata Munazar Ismail, untuk gas elpiji subsidi 3 kilogram sebanyak 19 .000 tabung per bulan dan jumlahnya relatif tergantung kondisi dan permintaan.
“Kalau kami mendapat kouta sebanyak 19.000 tabung gas elpiji subsidi per bulan, sedangkan bulan sebelumnya saat kondisi bencana alam banjir yang berdampak pada transportasi darat lupuh hanya mendapat kouta sebanyak
18.000 tabung.
Untuk wilayah Pulau Sabang, kelancaran disitribusi gas elpiji tergantung pada kondisi cuaca dan gelombang di perairan wilayah pulau terluar tersebut.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan periode 8 – 9 Januari 2026 di wilayah Aceh diprediksi mengalami cuaca ekstrem, angin kencang hingga gelombang setinggi 1,5 hingga 2,2 meter. // Ampelsa.




