
Foto Ilustrasi, bantuan pangan beras. AentenewsFoto/Ampelsa
Banda Aceh (Aentenews) – Provinsi Aceh pada Agustus 2026 mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 4,86 persen atau naik 1,16 persen dibanding inflasi pada periode yang sama Agustus 2025 sebesar 3,70 persen.
Badan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Inflasi (y-on-y) Agustus 2026 sebesar 4,86 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 116,20 itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sejumlah kelompok pengeluaran.
Sementara, inflasi tertinggi di provinsi Aceh, terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 5,57 persen, dengan IHK 117,17, dan terendah terjadi di Meulaboh yang mengalami inflasi 3,85 persen dengan IHK sebesar 116,54.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,51 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,24 persen.
Menyusul kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,57 persen; kelompok transportasi sebesar 5,70 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,87 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,64 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 11,88 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,42 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, pakaian dan alas kaki sebesar 0,95 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Agustus 2026 sebesar 0,28 persen, dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,57 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan pemantauan BPS Provinsi Aceh di 5 kabupaten/kota, pada Agustus terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,86 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,81 pada Agustus 2025 menjadi 116,20 pada Agustus 2026.
Tingkat inflasi m-to-m di Provinsi Aceh pada Agustus 2026 sebesar 0,28 persen dan inflasi y-to-d sebesar 1,57 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Agustus 2026, antara lain: nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, bensin, tomat, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, semen, dan cabai merah. Sementara 10 komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y pada Agustus 2026, antara lain: bawang merah, baju muslim wanita, telur ayam ras, ikan biji nangka/ikan kuniran, ikan bandeng/ikan bolu, kelapa, pucuk labu, bawang putih, jeruk nipis/limau, dan kue bolu/tart.
Sementara 10 komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Agustus 2026, antara lain: tarif air minum pam, daging ayam ras, beras, cabai rawit, semen, telur ayam ras, kopi siap saji, nasi dengan lauk, ikan dencis, dan sate. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: tomat, bawang merah, cabai merah, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, bensin, baju muslim wanita, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, angkutan udara, dan minyak goreng.
Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,56 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu: bensin sebesar 0,29
Aentenews by Ampelsa.




