Aceh Utara sebut realisasi anggaran TKD sudah capai 60 persen

Foto Ilustrasi. Pengairan air irigasi/Foto Dok Kementerian PU
Aceh Utara (Aentenews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan bahwa realisasi anggaran penanganan pascabencana yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD) maupun tambahan TKD , telah menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Menurut Pemkab Aceh Utara, hingga saat ini, ketercapaian kegiatan fisik dan eksekusi program dari anggaran TKD telah melampaui angka 60 persen.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, Senin (31/8/2026) menyampaikan bahwa seluruh tahapan administratif seperti pelelangan dan kelengkapan dokumen pendukung telah rampung. Saat ini, seluruh kegiatan sudah berada pada tahap eksekusi kerja di lapangan dan tinggal menunggu penyelesaian fisik.
“Apa yang selama ini dipertanyakan oleh berbagai pihak, hari ini sudah terjawab dengan adanya realisasi nyata dilapangan. Tidak ada lagi kendala dokumen atau pelelangan, semuanya sudah pada tahap eksekusi,” ujar Tarmizi, selesai pertemuan dengan KetuaTim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran.
Meski demikian, Tarmizi mengakui masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, terutama terkait akses jalan dan jembatan darurat di Kecamatan Sawang. Salah satu perhatian utama berada dijembatan penghubung antara Sawang dan Gunci yang hingga kini belum sepenuhnya terbangun.
“Selain itu, kendala akses juga masih terjadi di kawasan Riseh, Kecamatan Sawang. Putusnya badan jalan akibat tergerus aliran sungai membuat jalan utama hilang total, sehingga membutuhkan penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat, kata Tarmizi.
Menurutnya, pasca banjir pada akhir tahun 2025, persoalan utama di Sawang saat ini adalah akses darurat, sedangkan di Riseh, jalannya hilang total karena tergerus sungai.
Tarmizi mengatakan, sudah meminta agar alat berat (ekskavator) segera diturunkan ke lokasi untuk membuka jalan darurat, supaya warga tidak perlu lagi melintasi area sawah masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian pekerjaan fisik tersebut agar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat diwilayah terdampak dapat segera kembali normal,” demikian kata Wakil Bupati Tarmizi.
Aentenews by Ampelsa




