
Foto: dprkbandaaceh@go.id
Banda Aceh (Aentenews) – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad, menilai layaknya Aceh memiliki sistem kelistrikan mandiri atau yang tidak lagi sepenuhnya tergantung pada sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera bagian utara(Sumbagut).
“Saya minta pusat dan PT PLN dapat merealisasikan kemandirian sistem kelistrikan di Aceh. Itu sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi Aceh dan menghindari kerugian besar akibat ketidakstabilan pasokan listrik dari luar daerah,” katanya di Banda Aceh.
Dikutip dari website dprk.bandaacehkota.go.id, politisi muda itu menyatakan bahwa ketahanan energi adalah fondasi pembangunan ekonomi. Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan penuh pada sistem kelistrikan Sumbagut.
Beberapa waktu lalu, terjadi pemadaman listrik yang berdampak luas hampir keseluruh Aceh, khususnya Kota Banda Aceh. Kondisi itu tentunya sangat merugikan dan memberi trauma yang mendalam bagi warga Aceh.
“Kita membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih mandiri, kuat, dan mampu menjamin kepastian pasokan listrik bagi masyarakat,” katanya menambahkan.
Selama ini Aceh masih menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara yang terhubung dengan Sumatera Utara dan beberapa wilayah lainnya.
Setiap gangguan transmisi maupun krisis pasokan energi dari luar Aceh. Tuanku Muhammad yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh itu menyatakan langsung berdampak pada masyarakat Aceh,
“Sudah saatnya Aceh memiliki sistem kelistrikan yang mandiri demi masa depan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutup Tuanku Muhammad.//Redaksi,




