Aceh

Gas elpiji “menghilang” di Banda Aceh

Banda Aceh (Aentenews) – Sejumlah warga mengaku kini mulai was-was menyusul “menghilangnya” gas elpiji dari berbagai ukuran dari pedagang eceran di kios atau kedai-kedai di Kota Banda Aceh dan sekitarnya pada Ahad ini.

“Saya sudah keliling mencari gas di pedagang eceran sampai ke pangkalan. Semuanya bilang habis, tidak hanya tabung 3kg yang subsidi, tapi ukuran tabung besar juga tidak ada,” kata sejumlah warga yang dijumpai saat mencari gas elpiji di Banda Aceh, Ahad.

Jika pun ada, hanya tersedia gas ekpiji isi 55kg atau 12,5 kg, namun harganya di tingkat pedagang pengecer yang besar (isi 12,5 kg) bisa mencapai Rp250.000 per tabung, sementara harga normalnya Rp210.000 per tabung, ujar Ismail, warga Kota Banda Aceh.

Para pedagang menuturkan perkiraannya bahwa gas elpiji tidak masuk pangkalan karena tidak dipasok dari Pertamina sebagai dampak dari terputusnya jalan dan jembatan akibat banjir di wilayah pesisir pantai utara dan timur Aceh, ruas Banda Aceh-Medan.

“Kemungkinan besar untuk beberapa hari mendatang gas elpiji kosong di kios saya karena tidak dipasok dari pangkalan. Saya menjual gas elpiji isi 5,5 kg dan 12,5 kg. Tidak menjual gas elpiji subsidi (3 kg),” kata Busra, pedagang.

Masyarakat berharap gerak cepat PT Pertamina agar tidak terjadi kelangkaan gas elpiji di Aceh, mengingat kondisi ekonomi warga saat ini sedang susah. “Sudah gas susah, ditambah lagi harus antri hanya ingin membeli BBM di SPBU,” kata Memet, warga Lampaloh.// Redaksi.

S

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button