Gilaran semen “menghilang” di Banda Aceh
Banda Aceh (Aentenews) – Setelah gas elpiji langka, kini giliran semen “menghilang” di pasaran Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar menyusul berhenti beroperasinya pabrik PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di kawasan Lhoknga, Aceh Besar.
“Sudah sepekan ini kami berhenti, karena semen tidak ada di pasaran, terutama semen produksi lokal (andalas),” kata Putra, pengusaha bidang properti di Banda Aceh, Kamis.
Ia mengaku sudah keliling mencari semen di sejumlah toko bangunan, tapi semuanya menyatakan bahan bangunan itu sudah tidak ada atau habis dikarenakan pabrik tidak beroperasi. “Kalau pun ada, harganya Rp100.000 per sak,” kata Putra menambahkan.
“Beratnya bagi kami, tidak bisa menyelesaikan bangunan tepat waktu. Ini akhir tahun, seharusnya kami bisa menyelesaikan tanggung jawab kepada konsumen, tapi semen tidak ada,” katanya menyesalkan.
Sementara itu, salah seorang pemilik toko bangunan di Banda Aceh, Khalidan, juga menyatakan sudah beberapa hari tidak mendapat pasokan semen dari distributor, dengan alasan pabrik (PT SBA) berhenti beroperasi disebabkan tidak adanya pasokan listrik PLN.
Selama ini, kata dia menjelaskan pemilik toko bangunan di Banda Aceh mendapat pasokan semen mayoritas dari paabrik PT SBA dan PT Semen Padang.
Sementara itu, Humas PT SBA Farabi Azwany mengakui pabrik berhenti beroperasi karena terkendala terhentinya suplai listrik dari PT PLN.
“Kami berharap masyarakat bersabar, ini semata-mata karena kami tidak mendapat suplai energi listrik PLN, sehingga tidak bisa beroperasi. Insya Allah, beberapa hari akan beroperasi jika suplai listri normal. Kami mohon maaf,” kata dia menjelaskan.//Redaksi.




