Aceh

Harga daging “meugang” Ramadhan di Aceh diperkirakan di atas normal, ini faktornya

Banda Aceh (Aentenews) – Kebutuhan ternak sapi dan termasuk kerbau untuk perayaan tradisi Meugang Ramadhan 2026 di Aceh dikhawatirkan tidak terpenuhi, sehubungan ribuan ekor ternak mati terdampak bencana banjir  dan longsor November 2025.

Kekhawatiran itu terpantau di pasar  Hewan Sibreh, kabupaten Aceh Besar, salah satu pasar induk tempat bertransaksinya pedagang dan pembeli dari beberapa daerah, termasuk wilayah terdampak bencana di Aceh  yang merupakan pemasok ternak sapi.

Terbatasnya persediaan ternak itu diperkirakan harga daging pada saat “meugang” di atas normal atau lebih tinggi, ujar pedagang sapi.

Suasana pasar hewan Sibreh tidak seperti tahun tahun sebelumnya yang ramai pedagang dan pembeli melakukan transaksi ternak sapi. Namun, menjelang perayaan tradisi Meugang Ramadhan 2026 jumlah pedagang menurun.

Mustafa, salah seorang pedagang sapi di pasar Hewan Sibreh, aktivitas pasar sepi pedagang dan termasuk jumlah ternak sapi, kerbau dan kambing menjelang tradisi Meugang Ramadhan.

Ia menyatakan, sebelum bencana alam banjir, pedagang dan petani ternak ramai membawa ternaknya ke pasar hewan Sibreh untuk dipasarkan menyambut tradisi Meugang Ramadhan. “Mereka (peternak) itu berasal dari Aceh Besar, Pidie, kabupaten Pidie Jaya, Bireun dan Lhokseumawe,” katanya.

Terkait harga ternak menjelang Ramadhan, pedagang menyatakan untuk saat ini masih stabil. Misalnya, sapi lokal dihargai antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per ekor dan khusus sapi pedaging seharga Rp25 hingga Rp40 juta per ekor menurut besar dan bobot dagingnya.

Sementara, Muntasir, perternak asal Lhokseumwe, Aceh Utara  menyatakan, sapi yang dipasarkan di pasar Hewan Sibreh ini, merupakan ternak yang berasal dari salah satu daerah yang tidak terkena banjir bandang.

“Ada Sebagian wilayah di Aceh Utara masih memiliki ternak sapi karena daerahnya tidak terdampak bencana,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Aceh telah mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk merealisasikan  impor daging  dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat merayakan tradisi Meugang Ramadhan, karena stok ternak di Aceh berkurang terdampak bencana banjir dan longsor.

Berdasarkan data per 13 Januari 2026, total ternak terdampak bencana di Aceh, sapi dan kerbau sebanyak 24.059 ekor, kambing dan domba sebanyak 39.128 ekor, unggas sebanyak 545.909 ekor.

Kebutuhan daging di Aceh tahun 2026 berkisar 9.618 ton, sedangkan kebutuhan daging setiap momen khusus pada Meugang Ramadhan tahun 2025 sebanyak 1.000 hingga 1.500 ton, belum termasuk kebutuhan harian masyarakat dan dunia usaha untuk tahun berjalan.
Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button