
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Inggris (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan lebih dari 1.200 kapal kargo yang mengangkut barang senilai 125 miliar dolar AS tertahan, demikian dilansir Financial Times pada Rabu (24/6), mengutip laporan terbaru dari perusahaan asuransi Allianz.
Justus Heinrich, kepala underwriting maritim di Allianz, mengatakan kepada surat kabar Inggris tersebut bahwa penutupan selat itu telah mengubah persepsi risiko perusahaan asuransi terhadap jalur-jalur pelayaran strategis yang sempit.
“Kami selama ini selalu membicarakan skenario bencana yang realistis, dan sekarang kami menghadapi skenario bencana yang nyata seperti ini,” tuturnya seperti dikutip surat kabar tersebut.
Lalu lintas pelayaran berangsur pulih setelah pengumuman kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Data dari Lloyd’s List Intelligence menunjukkan bahwa 69 kapal berlayar keluar dari Teluk Persia pada pekan yang berakhir pada 21 Juni, naik dari hanya 24 kapal sepekan sebelumnya dan menandai jumlah pelayaran mingguan tertinggi sejak konflik AS-Iran meletus pada Februari.
Konflik tersebut telah menelan banyak korban dan memicu kerugian ekonomi serta krisis awak kapal yang masih berlangsung.
Menurut Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO), konflik tersebut telah menewaskan 14 pelaut dan memicu serangan rudal terhadap lebih dari 40 kapal, yang sebagian besar merupakan kapal tanker minyak. //Redaksi.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul “‘Skenario bencana jadi nyata’! Penutupan Selat Hormuz tahan ribuan kapal kargo senilai 125 miliar dolar AS”.




