Aceh Jaya

Panen perdana desiminasi teknologi mina padi di Aceh Jaya

Keterangan Foto: Warga memperlihatkan hasil  budidaya ikan nila yang dikembangkan dalam program desiminasi teknologi mina padi di kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (24/1).

Calang (Aentenews) – Dinas Pangan provinsi Aceh melaksanakan panen perdana tanaman padi, ikan nila dan udang secara bersamaan pada lahan percontohan Desiminasi Teknologi Mina Padi di kabupaten Aceh Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (24/1).

“Panen perdana Mina Padi ini merupakan projek percontohan yang nantinya akan dikembangan dalam mendukukung program ketahanan pangan,” kata Kepala Dinas Pangan Aceh, T Ridwan.

Pada panen perdana mina padi yang digagas Yayasan Halimon Al-Asyi , katanya, membuahkan hasil yang menggembirakan dan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di daerah dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dari hasil yang dicapai pada panen perdana di lahan percontohan seluas satu hektare , produksi gabah kering panen ditaksir mencapai 8 hingga 9 ton per hektare dan panen ikan nila dalam ukuran enam ekor sudah mencapai seberat satu kilogram dan selain udang pisang.

Alhamdulillah ini menunjukkan suatu hasil yang luar biasa, pemerintah sangat mendukung ketahanan pangan dan ingin menjadi projek mina padi sebagai contoh bagi masyarakat khususnya karena selain bermanfaat untuk daerah juga untuk negara.

Keterangan Foto: Warga melemparkan jaring untuk menangkap ikan nila saat  panen perdanan program desiminasi teknologi mina padi di kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (24/1/2025).

Dari hasil perdana ini, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi dan selain evaluasi juga perlu dilakukan dalam pencapaian peningkatan hasil produksi. Ketahanan pangan menjadi program pemerintah mellalui terobosan baru di sektor pertanian sepefrti program mina padi.

Setelah panen padi, ikan nila dan udang pisang dalam satu lahan, petani juga dapat melanjutkan budidaya bebek dan ikan lele karena ketersediaan air pada lahan mina mencukupi. “Ini bentuk usaha berkesinambungan tanpa putus yang dapat dimanfaatkan petani,” katanya.

Dan mudah-mudahan ini menjadi suatu pembelajaran dan percontohan bagi masyarakat sehingga bisa dikembangkan juga di daerah-daerah lainnya di provinsi Aceh.

Sebagaimana kita ketahui, katanya, kebutuhan akan pangan semakin meningkat. Apalagi dengan adanya program makan bergizi gratis memberikan peluang bagi usaha mina padi dalam menyediakan dan pemenuhan kebutuhan pangan.

“ini bisa dipenuhi oleh petani, tidak semuanya harus diimpor atau didatangkan dari luar daerah , katanya.

Dalam program lanjutan, usaha mina padi tidak hanya sebatas dapat memenuhu kebutuhan pangan dan gizi nmasyarakat, karena di lokasi tersebut juga dijadikan tempat pusat pelatihan bagi masyarakat dan petani.

Tim Ahli program Mina Padi Yayasan Halimon, T Ridwan, menyatakan petani jangan dibiarkan berjalan sendiri dan mari kita rangkul dengan memberikan pelatihan di bidang pertanian dan lokasi usaha mina padi juga sudah memiliki budidaya ikan bioflok dengan sistem akuakultur.

Aentenews by Ampelsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button