AcehEkonomi

PLN perkuat ekosistem kendaraan listrik di Aceh, begini caranya

Teknisi PLN melakukan uji coba pengisian daya motor listrik di SPKLU VGreen. Guna memastikan keandalan layanan fasilitas tersebut, PLN UID Aceh memasok daya sebesar 23 kVA hingga 33 kVA di setiap lokasi. Foto Humas PLN UID Aceh.

Banda Aceh (Aentenews) –  PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus mengakselerasi penyambungan baru untuk infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan perseroan terhadap percepatan transisi energi dan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) secara nasional.

Salah satu fokus utama saat ini adalah merampungkan proses energize (pemberian tegangan) pada sejumlah titik SPKLU yang dibangun melalui skema kerja sama dengan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia (VGreen).

Di Provinsi Aceh, terdapat lima titik strategis penyambungan SPKLU yang tengah dikebut pengerjaannya.Lokasi-lokasi tersebut sengaja dipilih di area komersial yang mudah dijangkau oleh masyarakat, kata Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UID Aceh, Zulfan M. Jamil, di Banda Aceh, Senin.

Di wilayah ibu kota provinsi, fasilitas ini tengah disiapkan di area perhotelan, kawasan pusat bisnis pertokoan di wilayah Beurawe, serta area sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Sementara itu, untuk mendukung mobilitas antar-kota, infrastruktur serupa juga tengah dikebut di pusat-pusat niaga di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe.

Ia menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur kelistrikan untuk SPKLU merupakan prioritas utama. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan prima sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di tengah masyarakat.

“Infrastruktur SPKLU adalah tulang punggung dari ekosistem kendaraan listrik. Kami berkomitmen penuh untuk mengawal proses penyambungan ini secara intensif. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan jaringan di area-area komersial tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan andal,” ujar Zulfan.

Zulfan menambahkan, kolaborasi dengan mitra strategis seperti VGreen membuktikan bahwa iklim investasi untuk infrastruktur hijau di Aceh sangat kondusif. Kehadiran fasilitas pengisian daya di lokasi-lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan dan jalan-jalan utama diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.

Untuk memastikan kualitas layanan yang andal, PLN UID Aceh tengah menyiapkan pasokan kelistrikan dengan kapasitas daya mulai dari 23 kVA hingga 33 kVA di setiap lokasinya. Kelima titik SPKLU ini nantinya akan didukung oleh perangkat pengisian daya berkapasitas 20 kW hingga 30 kW tipe Direct Current (DC).

Kehadiran mesin pengisian daya yang responsif ini dirancang untuk memberikan efisiensi waktu pengisian bagi para pengguna kendaraan listrik yang beraktivitas di wilayah Aceh.

“Kami menyadari bahwa operasional armada kendaraan listrik sangat bergantung pada keandalan pasokan dari PLN. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara PLN dan mitra strategis akan terus kami tingkatkan demi mewujudkan akses energi yang ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat Aceh,” tutur Zulfan.

Melalui upaya percepatan ini, PLN berharap pemanfaatan aset kelistrikan dapat lebih optimal, sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) yang dicanangkan oleh pemerintah.//Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button