Ekonomi

Perusahaan Singapura justru lirik Indonesia perluas bisnis, ternyata ini penyebabnya

Singapura (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Meningkatnya biaya usaha menjadi kekhawatiran terbesar bagi perusahaan-perusahaan di Singapura seiring ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menekan sentimen, menurut survei yang dilakukan oleh Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI).

Menurut survei yang dirilis pada Rabu (5/8), kekhawatiran yang paling sering disebut adalah meningkatnya biaya usaha, yang dipilih oleh 71,8 persen responden.

Kekhawatiran utama lainnya adalah ketersediaan tenaga kerja yang sesuai serta transformasi bisnis untuk meraih peluang pertumbuhan baru.

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah semakin menambah ketidakpastian bisnis, dengan para responden mengidentifikasi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian pasar, melemahnya permintaan, dan gangguan rantai pasokan sebagai risiko-risiko utama.

Perusahaan-perusahaan juga lebih berhati-hati terkait prospek ke depan. Sebanyak 38 persen responden bersikap netral perihal prospek bisnis, sementara 34 persen pesimistis dan hanya 20 persen yang optimistis.

Mencerminkan sentimen yang lesu, hanya 34 persen perusahaan memperkirakan pendapatan akan tumbuh tahun ini, turun dari 39 persen pada 2025. Meskipun 78 persen masih memperkirakan akan meraih keuntungan, lebih dari separuh di antaranya mengantisipasi profit yang lebih rendah dibanding tahun lalu.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Malaysia, Indonesia, China, Vietnam, dan Thailand muncul sebagai pasar luar negeri teratas untuk ekspansi.

Sementara itu, 45 persen responden menyatakan bahwa mereka sedang bereksperimen dengan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tersedia di pasaran, meskipun keterbatasan keahlian dan biaya implementasi tetap menjadi hambatan utama untuk penggunaan yang lebih luas.//Redaksi.

Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul “Biaya usaha naik, perusahaan Singapura justru lirik Indonesia untuk perluas bisnis”.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button