Aceh UtaraEkonomi

Wagub serahkan bantuan buffer stock Rp 6,78 miliar untuk Aceh Utara

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah (kiri) menyerahkan bantuan penanggulangan bencana dan buffer stock alat bantu bagi penyandang disabilitas kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi,pada penutupan Milad Samudera Pasai Aceh Utara ke 800, di Halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).

Aceh Utara (Aentenews ) -Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyerahkan bantuan buffer stock untuk penanggulangan bencana tahun 2026 senilai Rp 6,78 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan tersebut diserahkan Wagub Aceh, Fadhlullah saat menghadiri penutupan rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).

Selain bantuan penanggulangan bencana, Pemerintah Aceh juga menyerahkan bantuan buffer stock alat bantu bagi penyandang disabilitas di Aceh Utara, berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat empat kaki, serta alat bantu dengar.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail yang turut didampingi Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Aceh turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, panitia, para ulama, tokoh masyarakat, generasi muda, dunia usaha, komunitas, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Milad ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara.

Menurut Wagub Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh, delapan abad bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah, perjuangan, kejayaan, tantangan, dan keteladanan yang diwariskan oleh para pendahulu. Aceh Utara memiliki keistimewaan sebagai bagian penting dari sejarah Samudera Pasai, salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam yang pernah memiliki pengaruh besar di Nusantara.

Karena itu, berakhirnya rangkaian peringatan Milad ke-800 tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya semangat Milad. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi awal untuk bekerja lebih sungguh-sungguh dalam membangun Aceh Utara.

Dek Fadh mengatakan, tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat” hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ekonomi harus berjalan bersama dengan penguatan nilai agama, pembangunan tetap berakar pada adat dan budaya, sementara kemajuan teknologi harus diiringi dengan akhlak.

Ia juga menegaskan bahwa setiap potensi daerah harus dikelola untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut, harus diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Menyinggung musibah banjir yang baru dilalui Aceh Utara, Dek Fadh menyebut bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan ke depan harus semakin tangguh dan berkelanjutan.

“Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” tegas Dek Fadh.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keberkahan, dan petunjuk kepada kita semua dalam membangun Aceh Utara dan Aceh yang lebih maju, sejahtera, damai, dan bermartabat,” ujarnya.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button