AcehNasional

Delapan hari dirawat, satu korban ledakan KMP Aceh Hebat meninggal dunia

Foto Ilustrasi. Suasana penanganan korban kebakaran ledakan kapal di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto Dokumen Anggota Siaga Bencana.

Banda Aceh (Aentenews) – Salah seorang dari 15 korban  kebakaran akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari di Rumah Sakit Umum Daerah  Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.

“Iya benar, seorang dari 15 pasien korban kebakaran ledakan Kapal Aceh Hebat 2 atas nama Fakhri Herdieco, warga kota Binjai, Sumatera Utara meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 22.50 WIB di ruang ICU,”  kata Humas Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUDZA), Rahmadi  di Banda Aceh, Ahad (21/6). 

Menurut Rahmadi, jenazah telah diberangkatkan ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan ambulans dengan didampingi keluarganya Senin (21/6/2026)  dini hari sekira pukul 01.50 Wib. Informasi terakhir jenazah beserta keluarga sudah tiba  di rumah duka, Kota Binjai, Sumut.

Rahmadi menjelaskan, sebelum meninggal dunia , kondisi korban mengalami penurunan pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Tim medis kemudian terus melakukan pemantauan dan penanganan intensif terhadap korban.

Pihak rumah sakit juga telah memberikan penjelasan kepada keluarga terkait perkembangan kondisi pasien yang semakin memburuk. “Sekitar pukul 22.10 WIB dilakukan pemeriksaan kembali oleh tim medis. Namun kondisi pasien terus menurun dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.50 WIB,” ujarnya.

Korban diketahui mengembuskan napas terakhir di hadapan keluarga dan perawat yang bertugas di ICU 1 RSUDZA.

Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah dibawa ke kamar mayat untuk dilakukan fardhu kifayah. Selanjutnya jenazah disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di kompleks RSUDZA.

Fakhri merupakan salah satu dari 15 korban yang mengalami luka bakar dalam insiden ledakan Kapal Aceh Hebat 2 pada Jumat (12/6/2026) di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Saat kejadian, korban bersama sejumlah taruna Politeknik Pelayaran Malahayati sedang mengikuti praktik lapangan di atas kapal yang melayani rute Banda Aceh-Sabang tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan terjadi di area ruang mesin kapal ketika berlangsung kegiatan pengenalan peralatan oleh Kepala Kamar Mesin. Insiden itu menyebabkan seorang Kepala Kamar Mesin dan 14 taruna mengalami luka bakar dengan tingkat kondisi yang berbeda. 

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button