AcehEkonomi

Neraca perdagangan Aceh Juli 2026 surplus, nilai ekspor turun

Banda Aceh (Aentenews) – Nilai ekspor komoditas provinsi Aceh pada Juli 2026 sebesar Rp84,04 juta USD, sedangkan nilai impor komoditas periode yang sama sebesar 81,89 juta USD sehingga neraca perdagangan luar negeri daerah itu surplus sebesar  2,15 juta USD.

Meskipun neraca perdagangan Aceh mengalami surplus 2,15 juta USD, namun, nilai ekspor komoditas pada Juni 2026  sebesar  84,04 juta USD mengalami penurunan sekitar 1,49 persen dibanding Juni 2026. 

Kepala Badan Pusat Statistik Aceh,  Agus Andria, menyatakan terjadinya surplus   neraca perdagangan luar negeri Aceh itu karena nilai ekspor komoditas pada Juli 2026 lebih besar dibanding dengan nilai impor barang pada periode yang sama.

Mengutip siaran pers Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh,Selasa (1/8/2026)  mencatat, kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Juli 2026 dari kelompok Bahan Bakar Mineral yaitu sebesar 53,18 juta USD yang didominasi oleh komoditas Batubara. 

Menurut data BPS, ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Juli 2026 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 63,05 juta USD dengan komoditas utama berupa Batubara, Lemak & Minyak hewan/nabati (CPO) dan Berbagai Produk Kimia. 

Menurut sektor, ekspor tertinggi dari Provinsi Aceh pada bulan Juli 2026 merupakan hasil pertambangan, yaitu senilai 53,24 juta USD. 

Sementara, nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Juli 2026 sebesar 81,89 juta USD, naik hingga 214,46 persen dibandingkan impor Juni 2026. Selama bulan Juli 2026 nilai impor senilai 81,89 juta USD didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas, yaitu senilai 56,88 juta USD, Pupuk senilai 14,62 juta USD, Bahan Kimia Anorganik senilai 3,60 juta USD dan Mesin/Pesawat Mekanik senilai 6,78 juta USD. 

Total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di provinsi Aceh pada Juli 2026 sebesar 68,31 juta USD atau sebesar 81,29 persen terhadap total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh. 

Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Juli 2026 berasal dari kelompok komoditas Batubara senilai 53,18 juta USD yang berkontribusi terhadap total nilai ekspor non migas hingga 63,29 persen. Diikuti kelompok Lemak & Minyak Hewan/Nabati senilai 14,22 juta USD (16,92 persen) kemudian Kopi dan Rempah-rempah senilai 14,03 juta USD atau berperan sekitar 16,70 persen. Selain komoditas utama tersebut, yang lainnya masing-masing kurang dari 1 juta USD atau peranan masing- 

 Selama bulan Juli 2026 komoditas utama impor yang masuk ke Aceh berupa Gas Propana & Butana senilai 56,88 juta USD, Pupuk senilai 14,62 juta USD, Mesin/Pesawat Mekanik senilai 6,78 juta USD dan Bahan Kimia Anorganik senilai 3,60 juta USD. 

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button