AcehKesehatan

Cegah Penularan, Nakes dan Dokter Imunisasi Campak  di Aceh

Banda Aceh (Aentenews) – Pemerintah Aceh menggelar imunisasi campak menyasar ribuan tenaga kesehatan (Nakes) dan termasuk tenaga dokter menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM.

Pelaksanaan imunisasi campak, merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Kesehatan bahwa seluruh tenaga kesehatan, baik di rumah sakit daerah dan pusat di seluruh Indonesia.

Dalam pelayanan, tenaga kesehatan mau tenaga dokter merupakan garda terdepan  yang berisiko tinggi terjadinya penyebaran penyakit campak, sehingga imunisasi campak dibutuhkan dalam meningkatkan imun.

“Mereka tenaga kesehatan bisa menjadi imun dan pelayanan-pelayanan yang  sangat sensitif  nakes berada terdepan. Mudah-mudahan bisa menghindari setelahnya dilakukan vaksinasi campak,” Kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Dikatakannya, vaksinasi campak terhadap nakes dan dokter di Aceh setelah munculnya kasus tersebut dan terdapat peningkatan pertama sekali di provinsi Aceh. 

“Ya, memang kalau melihat dari kasus, ada peningkatan pertama sekali di provinsi Aceh ini,” tambahnya.

Terkait kasus campak, Ferdiyus menyatakan , hasil laporan sebelumnya di Aceh Besar terdapat tujuh kasus campak dan mudah-mudahan kasus tersebut tidak ada yang menular. 

Selain itu, katanya tercatat sebanyak 27 kasus saat bencana banjir di Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur dan kasus itu tidak ada lagi

“Alhamdulillah , sebanyak 27 orang itu sekarang sudah tidak ada lagi . Untuk saat ini kasus campak di Aceh sekitar 15 kasus. Dengan ada kasus itu Aceh masuk dalam status KLB.

 Ia mengimbau, tenaga kesehatan agar lebih waspada, sambil melayani masyarakat juga berperan mensosialisasikan kepada pasien terkait penularan campak. 

Terkait sasaran tenaga  kesehatan imunisasi capak, lebih kurang 15 ribu nakes  yang tersebar di rumah sakit umum daerah dan pusat, belum lagi termasuk rumah sakit swasta atau klinik.

Program imunisasi campak tenaga kesehatan ini berlangsung di 14 provinsi di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya.

Sementara, Kementerian Kesehatan, mencatat  peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah. Dalam periode tersebut, tercatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak, disertai 21 kejadian luar biasa (KLB) di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi.

Aentenews by Ampelsa,

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button