Gebyar Piala Dunia menguncang Balai Kota Banda Aceh

Banda Aceh (Aentenews) – Berkisar pukul 02.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Senin (20/7), suasana Balai Kota Banda Aceh sebelumnya senyap namun berubah menjadi lautan manusia yang mengalirkan semangat pada puncak pertandingan final Piala Dunia.
Berdampingan dengan Alun-Alun Blang Padang, rumah dinas kediaman Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, spontan ramai dipenuhi maniak se kulit bundar untuk menyaksikan laga penentu peraih juara dunia Sepakbola 2026 yang digelar di Amerika Serikat.
Pecandu sepakbola yang ikut meramaikan nonton bareng (nobar) di komplek Balai Kota Banda Aceh itu tidak terbatas usia, membaur saraya menikmati minuman ringan dan aneka kuliner yang telah disiapkan panitia.
Meski wujud nyata kemegahan stadiona sepakbola MetLife Stadium atau nama lain New York New Jersey Stadium, hanya dapat disaksikan ribuan maniak sepakbola dari layar lebar, namun semangat nobar tetap menggema di Kota Banda Aceh.
Ratusan warga dari berbagai lapisan usia memadati halaman gedung kebanggaan warga kota ini, bersatu dalam antusiasme menyaksikan laga bergengsi dunia lewat layar lebar yang disiapkan khusus oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
Gebyar nonton bareng ini digelar sebagai wujud dukungan terhadap semangat olahraga sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Bukan ruang perbedaan antara pejabat dan masyarakat biasa, sebab dari arena nobar di Balai Kota itu tampak membaur Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal serta sejumlah pejabat Pemko lainnya.
Final piala dunia 2026, tim nasional dari dua negara di dua benua berbeda, Argentina (Amerika Latin) dan Spanyol (Eropa). Laga hidup mati di final pada Senin dinihari yang disaksikan jutaan mata itu, akhirnya Timnas Spanyol berhasil meraih juara, setelah menaklukkan Argentina 1-0.
Sportivitas penonton meski di luar arena sesungguhnya melalui layar lebar nobar, patut diacungkan jempol sebab berjalan tertib dan terkendali.//Aentenews by Raffi.




