Hampir dua bulan terisolasi, 4 Kampung di Aceh Tengah kembali terhubung

Foto Dok Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh.
Banda Aceh (Aentenews) – Setelah hampir dua bulan terisolasi akibat bencana banjir dan longsor, akses empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali terbuka.
Terbukanya akses transportasi ke empat kampung itu setelah selesainya pembangunan Jembatan bailey Berawang Gajah pada Rabu (21/1).
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengapresiasi kerja cepat personel TNI dalam membuka kembali keterisolasian wilayah di Kecamatan Ketol.
“Hari ini menjadi kebahagiaan bagi empat kampung karena jembatan darurat sudah bisa dilewati,” ujarnya.
Dia berharap rampungnya jembatan bailey Berawang Gajah menjadi momentum pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Ketol yang sempat terhenti, sekaligus mempercepat normalisasi kehidupan pascabencana di Aceh Tengah.
Namun, di tengah kabar baik tersebut, Haili Yoga turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepulang menuntaskan pembangunan jembatan bailey Pelang.
Almarhum, kata Haili, aktif memimpin misi kemanusiaan pascabencana dengan membangun jembatan bailey dan jembatan darurat lainya di sejumlah titik di Aceh Tengah.
“Kami sangat berduka. Beliau sosok luar biasa yang bekerja keras untuk masyarakat. Semoga pengabdiannya menjadi amal ibadah,” ungkap Haili Yoga.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebut rampungnya jembatan ini menjadi langkah krusial pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Dengan berfungsinya jembatan bailey Berawang Gajah, akses masyarakat kembali normal dan risiko keselamatan akibat penyeberangan darurat dapat diakhiri,” kata Murthalamuddin.//Redaksi.




